Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

Artikel Terjemahan
Source : https://www.nimh.nih.gov (National Institute of Mental Health)/Edited.

Apakah anak Anda sulit untuk memperhatikan dalam melakukan sebuah aktifitas? Atau buah hati Anda merasa perlu untuk bergerak terus-menerus selama periode waktu tertentu dimana seharusnya anak anda tidak melakukan hal itu? Apakah buah hati Anda terus-menerus mengganggu orang lain? Jika masalah ini sering terjadi dan Anda merasa bahwa apa yang dilakukan buah hati Anda berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-harinya. Jika dicermati secara mendalam ada kemungkinan itu adalah tanda – tanda dari gangguan yang dinamakan attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD).

ADHD adalah gangguan yang membuat seseorang kesulitan untuk memperhatikan dan mengontrol perilaku impulsif. Gejala  lain yang timbul diantaranya gelisah dan hampir terus-menerus bergerak aktif.

ADHD bukan hanya gangguan yang terjadi pada usia perkembangan kanak-kanak/childhood. Meskipun gejala ADHD dimulai pada masa kanak-kanak, gejala ADHD dapat terus menyertai hingga melalui masa remaja dan dewasa. Meskipun gejala hiperaktif cenderung akan berkurang pada fase anak menjadi remaja, namun masalah dengan kurangnya perhatian, disorganisasi, dan kurangnya kontrol impuls akan menetap selama bertahun-tahun mulai dari remaja hingga dewasa.

Apa yang menyebabkan ADHD?

Para peneliti di National Institute of Mental Health  (NIMH), National Institutes of Health (NIH), dan di seluruh negeri sedang mempelajari penyebab ADHD, dan penelitian saat ini menunjukkan bahwa ADHD mungkin disebabkan oleh interaksi antara gen dan faktor lingkungan atau non-genetik. Seperti banyak penyakit lain, sejumlah faktor dapat berkontribusi untuk memunculkan gejala ADHD seperti:

  • Gen
  • Merokok, alkohol, atau penggunaan narkoba selama kehamilan
  • Paparan racun lingkungan, seperti timbal
  • Berat badan lahir rendah
  • Cedera otak

Tanda – Tanda ADHD

Orang dengan ADHD menunjukkan pola berkelanjutan dari tiga jenis gejala :

  • Kesulitan memperhatikan (kurangnya perhatian)
  • Bergerak terlalu aktif (hiperaktif)
  • Bertindak tanpa berpikir (impulsif)

Gejala-gejala ini akan terlihat pada fase perkembangan. Orang yang memiliki ADHD memiliki kombinasi dari gejala-gejala ini:

Sering terlihat mengabaikan atau sering terjadinya miss detail saat mengerjakan tugas, membuat kesalahan ceroboh di sekolah, di tempat kerja, atau selama kegiatan lainnya.

  • Memiliki masalah mempertahankan perhatian dalam tugas-tugas atau bermain, termasuk percakapan, kuliah, atau membaca panjang
  • Tampaknya tidak mendengarkan bila diajak bicara secara langsung
  • Gagal menindaklanjuti sebuah instruksi, gagal menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan, atau tugas di tempat kerja, atau memulai tugas namun secara cepat kehilangan fokus dan mudah teralihkan.
  • Memiliki masalah mengatur tugas dan kegiatan, seperti melakukan tugas-tugas secara berurutan, sering kehilangan benda/lupa menyimpan barang – barang, kesulitan dengan pekerjaan yang terorganisir, mengelola waktu, dan mengerjakan sebuah tugas sebelum deadline.
  • Menghindar dan tidak suka mengerjakan tugas yang membutuhkan usaha mental/sustained mental effort, seperti sekolah atau pekerjaan rumah, dan gejala yang timbul pada usia remaja dan orang dewasa yang lebih tua akan kesulitan untuk menyiapkan laporan, mengisi formulir, atau meninjau sebuah bahasan dalam buku.
  • sering kehilangan hal yang diperlukan untuk tugas-tugas atau kegiatan, seperti perlengkapan sekolah, pensil, buku, alat, dompet, kunci, dokumen, kacamata, dan ponsel
  • Menjadi mudah terganggu/distracted oleh pikiran atau rangsangan yang tidak terkait.
  • Pelupa dalam aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan, tugas, kembali panggilan, dan menjaga janji.

Tanda-tanda hiperaktif dan impulsif dapat mencakup:

  • Menyibukkan diri sendiri dan sering menggeliat sambil duduk
  • Bangun dan bergerak di sekitar dalam situasi yang menuntut anak harus duduk, seperti di kelas atau di kantor
  • Berdiri dan bergerak di sekitar atau memanjat dalam situasi di mana itu tidak boleh dilakukan, gejala yang ditimbulkan ketika masih menetap pada remaja dan orang dewasa adalah sering merasa gelisah
  • Tidak mampu bermain atau terlibat dalam aktifitas hobi/leisure.
  • Menjadi aktif bergerak “di mana saja,” atau bertindak seolah-olah digerakkan secara sadar oleh kontrol motorik.
  • Berbicara tanpa henti (cerewet)
  • Melontarkan jawaban sebelum pertanyaan telah selesai, menyelesaikan kalimat orang lain, atau berbicara tanpa menunggu giliran dalam percakapan.
  • Memiliki kesulitan menunggu giliran.
  • Mengganggu orang lain, misalnya dalam percakapan, permainan, atau kegiatan.

Seseorang yang menunjukkan tanda-tanda dan gejala seperti yang dijelaskan diatas tidak selalu berarti seseorang memiliki ADHD. Banyak masalah lain, seperti kecemasan, depresi, dan beberapa jenis ketidakmampuan belajar/learning disabilites, dapat memiliki gejala yang sama. Jika Anda khawatir tentang apakah keadaan Anda atau anak  yang mungkin memiliki tanda – tanda ADHD, langkah pertama yang harus dilakukan adalah untuk berbicara dengan seorang profesional perawatan kesehatan untuk mengetahui apakah gejala yang timbul sesuai dengan diagnosis yang ada. Diagnosis dapat dibuat oleh seorang profesional kesehatan mental, seperti psikiater atau psikolog klinis, okupasi terapis, atau dokter anak melalui prosedur yang telah ditetapkan.

Penatalaksanaan ADHD

Meskipun belum ditemukan obat yang efektif  untuk menghilangkan gejala ADHD, saat ini penatalaksanaan yang tersedia dan dapat membantu mengurangi gejala serta meningkatkan fungsi adalah melalui pendidikan atau pelatihan, terapi, atau kombinasi dari obat dan pendidikan prilaku/behavior therapy.

Penatalaksanaan ADHD dengan menggunakan obat biasanya akan mengurangi hiperaktivitas dan impulsivitas serta meningkatkan kemampuan mereka untuk fokus, bekerja, dan belajar. Basis pengobatan untuk ADHD adalah pemberian stimulan.

Stimulan: Meskipun tampaknya tidak biasa untuk mengobati ADHD dengan obat yang dianggap stimulan, namun penggunaannya secara efektif menurunkan gejala ADHD. Banyak peneliti berpikir bahwa stimulan efektif karena efek obat ini akan meningkatkan dopamin kimia otak, yang memainkan peran penting dalam berpikir dan perhatian.

Non-Stimulan: Obat-obat ini memakan waktu lebih lama untuk bekerja daripada penggunaan stimulan, tetapi juga dapat meningkatkan fokus, perhatian, dan impulsif pada orang dengan ADHD. Dokter mungkin meresepkan obat non-stimulan jika seseorang memiliki efek samping mengganggu dari penggunaan stimulan. Dua contoh obat non-stimulan yaitu atomoxetine dan guanfacine.

Antidepresan: Meskipun penggunaan antidepresan untuk pengobatan ADHD tidak disetujui oleh AS Food and Drug Administration (FDA), namun penggunaan antidepresan kadang-kadang digunakan untuk mengobati orang dewasa dengan ADHD. Obat antidepresan yang disebut tricyclics, kadang-kadang digunakan karena efeknya menyerupai stimula yang mempengaruhi proses kimia norepinefrin dan dopamin pada otak.

Ada banyak jenis dan merek obat yang digunakan untuk pengobatan ADHD tentu saja dengan potensi manfaat dan efek samping yang berbeda. Kadang-kadang beberapa obat atau dosis yang berbeda harus dicoba sebelum menemukan satu yang efektif digunakan untuk orang tertentu.

Terapi Okupasi (Terapi Aktivitas)

Untuk Anak dan Remaja : Orang tua dan terapis dapat membantu anak-anak dan remaja dengan ADHD meningkatkan kemampuan untuk berpikir secara terorganisir seperti menjaga rutinitas dan jadwal, mengatur barang sehari-hari, menggunakan pekerjaan rumah dan memberikan pujian atau imbalan ketika aturan diikuti, dan menerapkan pendidikan prilaku/behavior therapy yang digunakan untuk meningkatkan atensi dan menurunkan prilaku impulsif pada anak.

Untuk Dewasa: Seorang Okupasi Terapis berlisensi dapat membantu orang dewasa dengan ADHD belajar bagaimana mengatur hidupnya dengan cara membantu dan melakukan edukasi tentnag bagaimana mengorganisir tugas pekerjaan, meningkatkan fokus dengan kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan keseharian, produktifitas, dan melakukan hobi.

Pendidikan dan Pelatihan

Anak-anak dan orang dewasa dengan ADHD membutuhkan bimbingan dan pemahaman dari orang tua mereka, keluarga, dan guru untuk mencapai potensi dan kemandirian. profesional kesehatan mental seperti Okupasi Terapi dapat mendidik orang tua dari anak dengan ADHD . Mereka juga dapat membantu anak dan orang tuanya mengembangkan keterampilan baru, sikap, dan cara berhubungan satu sama lain. Contoh termasuk:

  • Parenting skills training : Mengajarkan orang tua keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendorong dan menghargai perilaku positif pada anak-anak mereka.
  • Management Stress :  Orang tua dari anak-anak dengan ADHD harus tau cara meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi frustasi sehingga mereka dapat merespon dengan tenang perilaku anak mereka.
  • Support Group : Dapat membantu orang tua dan keluarga terhubung dengan orang lain yang memiliki masalah yang sama.

Menambahkan terapi prilaku/behavior therapy, konseling, dan dukungan praktis dapat membantu orang dengan ADHD dan keluarga mereka untuk lebih baik dalam mengatasi masalah sehari-hari

Program berbasis sekolah/School-Based Programs

Beberapa sekolah menawarkan layanan pendidikan khusus untuk anak-anak dengan ADHD yang memenuhi syarat. Program dan kurikulum yang diterapkan mungkin akan berbeda beda, namun tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemadirian anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s