Definisi Dan Jenis Nyeri

Artikel Terjemahan
Source : http://www.healingchronicpain.org/

Definisi Nyeri

Nyeri adalah persepsi bahwa adanya sinyal yang berhubungan dengan kerusakan jaringan yang telah terjadi atau mungkin terjadi pada area tertentu pada tubuh manusia. Hal ini bersifat subjektif dan sangat kompleks. Proses dalam tubuh yang terlibat dalam persepsi nyeri disebut “nosisepsi.” penelitian dasar dan klinis selama 50 tahun terakhir telah mengkonfirmasi bahwa ada banyak mekanisme yang terlibat dalam nosisepsi.

Klasifikasi Nyeri

Nyeri bisa digolongkan menjadi nyeri “akut” atau “kronis”. Nyeri akut berlangsung dalam waktu singkat dalam satu periode waktu selama sepersekian detik atau seminggu. Sementara nyeri kronis dapat didefinisikan sebagai nyeri yang berlangsung di luar penyembuhan cedera, terus selama beberapa bulan atau lebih.

Untuk mengembangkan strategi pengobatan yang terbaik, profesional perawatan kesehatan juga mengklasifikasikan nyeri berdasarkan karakteristiknya, penyebabnya, atau mekanisme dalam tubuh atau pikiran yang mungkin terlibat dalam mempertahankan rasa nyeri itu. Salah satu klasifikasi umum berdasarkan mekanisme membedakan nyeri dalam kategori yang disebut “nociceptive,” “neurophatic,” dan “psychogenic.”

Jenis Nyeri

Nociceptive Pain: nyeri nosiseptif diyakini disebabkan oleh aktivasi berkelanjutan reseptor rasa sakit di salah permukaan atau jaringan dalam tubuh. Ada dua jenis: “somatik” dan “visceral”

Nyeri Somatik diartikan sebagai nyeri yang disebabkan oleh cedera pada kulit, otot, tulang, sendi, dan jaringan ikat. nyeri somatik dalam biasanya digambarkan sebagai kusam atau sakit, dan terlokalisasi di satu daerah. nyeri somatik dari cedera pada kulit atau jaringan di bawah itu biasanya terjadi karena terbakar atau tercungkil oleh benda tajam.

Somatic Pain : sering mengakibatkan peradangan jaringan yang terluka. Meskipun peradangan adalah respon normal tubuh terhadap cedera, dan sangat penting untuk penyembuhan, peradangan yang tidak hilang secara cepat dapat mengakibatkan penyakit yang kronis. Sendi yang sakit disebabkan oleh gejala rheumatoid arthritis yang dapat dianggap sebagai contoh dari jenis nyeri nosiseptif somatik.

Nyeri Viceral adalah nyeri yang mengacu pada rasa sakit yang berasal dari cedera berkelanjutan untuk organ atau jaringan. Ketika jaringan terluka, seperti usus atau kandung empedu, rasa sakit yang terjadi adalah timbulnya nyeri lokal dan kram. Ketika struktur cedera bukanlah organ berongga, rasa sakit yang mungkin terjadi adalah rasa seperti seperti, tertekan dan tertusuk.

Neurpathic Pain : Nyeri neuropatik diyakini disebabkan oleh perubahan dalam sistem saraf yang menyebabkan  nyeri bahkan setelah cedera sembu. Dalam kebanyakan kasus, cedera tipe ini dimulai dengan rasa sakit yang melibatkan saraf perifer atau sistem saraf pusat itu sendiri. Nyeri neuropatik  ini dapat dikaitkan dengan trauma atau dengan berbagai jenis penyakit, seperti diabetes. Ada banyak sindrom nyeri neuropatik, seperti diabetic neuropathy, trigeminal neuralgia, postherpetic neuralgia (“shingles”), post-stroke pain, dan complex regional pain syndromes (disebut juga reflex sympathetic dystrophy atau “RSD” dan causalgia). Beberapa pasien yang mendapatkan nyeri neuropatik menggambarkannya sebagai adanya rasa aneh, nyeri yang sulit dijelaskan, yang kadang terasa seperti terbakar atau tersengat listrik. Rasa sakit yang terjadi mungkin terkait dengan sensitivitas kulit.

Psychogenic Pain : Kebanyakan pasien dengan nyeri kronis memiliki beberapa tingkat gangguan psikologis. Pasien mungkin sedang mengalami cemas atau depresi, dan memiliki kesulitan dalam mengatasinya. Tekanan psikologis mungkin tidak hanya menjadi konsekuensi dari rasa sakit, tetapi juga dapat menyebabkan rasa sakit itu sendiri. “ Psychogenic Pain” adalah jenis rasa sakit yang bisa dikaitkan dan berhubungan dengan masalah psikologis.

Hubungan yang erat pada Psychgenic Pain adalah adanya relasi antara rasa sakit dan tekanan psikologis pasien, yang berarti bahwa semua pasien dengan nyeri kronis harus memiliki penilaian faktor-faktor psikologis, dan perawatan psikologis harus dianggap sebagai aspek penting dari terapi nyeri tipe ini. Dalam beberapa kasus, masalah psikologis muncul menjadi penyebab utama rasa sakit. Ini tidak berarti bahwa orang tersebut tidak benar-benar mengalami rasa sakit. Sebaliknya, pasien benar-benar menderita, tetapi penyebab utama entah bagaimana berhubungan dengan emosi, atau beberapa proses psikologis yang salah pada pasien. Walaupun dokter kadang-kadang menemukan pasien yang berpura-pura sakit (disebut  malingerers), namun angka kejadian kasus ini sangat langka. Kebanyakan pasien dengan nyeri psikogenik yang muncul akan ditentukan terutama oleh proses psikologis yang menyakiti yang tidak mampu dihadapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s