Gangguan Kepribadian/Personality Disorders

Artikel Terjemahan
Source : http://www.mentalhealthamerica.net / (MHE)

Apa itu “Kepribadian?”

Kepribadian mengacu pada suatu set khas dari sifat, gaya perilaku, dan pola yang membentuk karakter atau individualitas seorang manusia. Bagaimana kita memandang dunia, sikap kita, pikiran, dan perasaan adalah bagian dari kepribadian kita. Orang dengan kepribadian yang sehat mampu mengatasi tekanan yang normal dan tidak memiliki kesulitan membentuk hubungan dengan keluarga, teman, dan rekan kerja.

Apa itu Gangguan Kepribadian?

Mereka yang bermasalah dengan gangguan kepribadian memiliki kesulitan besar berhubungan dengan orang lain. Mereka cenderung tidak fleksibel, kaku, dan tidak mampu merespon perubahan dalam tuntutan kehidupan. Meskipun mereka merasa bahwa pola perilaku mereka yang “normal” atau “benar,” orang-orang dengan gangguan kepribadian cenderung memiliki pandangan yang sempit tentang dunia dan merasa sulit untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Mengenali Gangguan Kepribadian

Sebuah gangguan kepribadian harus memenuhi beberapa kriteria. Sebuah pola yang tidak fleksibel yang tertanam untuk membina sebuah hubungan, memahami, dan berpikir cukup serius sering kali menyebabkan penderitaan atau gangguan fungsi dalam kehidupan yang menyebabkan terjadinya gangguan kepribadian. Gangguan kepribadian biasanya banyak terjadi pada fase remaja dan terus menetap hingga dewasa.

Apa Yang Menyebabkan Gangguan Kepribadian?

Beberapa ahli percaya bahwa peristiwa yang terjadi pada anak usia dini memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku di kemudian hari. Kemudian penelitian lain menunjukkan bahwa faktor genetik cenderung untuk mempertinggi faktor terjadinya gangguan kepribadian. Dalam beberapa kasus, keadaan lingkungan dapat mempertinggi faktor pencetus seseorang yang secara genetik memiliki faktor gangguan kepribadian dalam dirinya.

Jenis Gangguan Kepribadian

Ada banyak gangguan kepribadian yang secara resmi telah diidentifikasi, masing-masing gangguan memiliki tanda dan gejala prilaku yang berbeda :

  • Cluster A: perilaku aneh atau eksentrik/ Odd or eccentric behavior
  • Cluster B: Penuh drama, emosional atau perilaku tak menentu/ Dramatic, emotional or erratic behavior
  • Cluster C: perilaku takut Cemas/ Anxious fearful behavior

Cluster A:

  • Skizoid Personality Disorder : Adalah gangguan kepribadian skizofrenia yang introvert, pendiam, soliter, menunjukan emosi yang dingin, dan tidak ramah. Mereka sering bergelut dan bergumam dengan pikiran dan perasaan mereka sendiri dan takut kedekatan dan keintiman dengan orang lain. Misalnya, seseorang yang menderita kepribadian skizofrenia lebih sering melamun dalam kehidupan sehari – hari.
  • Paranoid Personality Disorder : Gejala yang khas untuk jenis gangguan kepribadian ini adalah menafsirkan tindakan orang lain secara stimulus yang sengaja mengancam atau merendahkan dirinya. Orang dengan gangguan kepribadian paranoid akan menjadi orang yang tak mudah percaya, tak kenal ampun, dan rentan terhadap ledakan emosi yang agresif tanpa pembenaran karena dimata mereka orang lain adalah orang yang tidak setia, tidak loyal, merendahkan atau seorang penipu. Tipe orang yang mengalami gangguan kepribadian ini sering merasa cemburu, licik, dan mungkin tampak terlalu serius dalam menanggapi setiap masalah.
  • Schizotypal Personality Disorder : Sebuah pola gangguan prilaku yang menggambarkan orang-orang dengan gangguan kepribadian schizotypal adalah orang yang memiliki tata krama aneh atau eksentrik saat berbicara atau berpakaian. Prilaku andeh dan paranoid tentang keyakinan dan pikiran yang tidak umum. Orang dengan gangguan kepribadian schizotypal mengalami kesulitan membentuk hubungan dan cenderung memiliki pengalaman kecemasan yang ekstrim dalam situasi sosial. Mereka mungkin bereaksi tidak tepat atau tidak bereaksi sama sekali selama percakapan atau mereka mungkin berbicara sendiri. Mereka juga menampilkan tanda-tanda “pemikiran magis” dengan mengatakan mereka dapat melihat ke masa depan atau membaca pikiran orang lain.

Cluster B:

  • Antisocial Personality Disorder : Orang dengan gangguan kepribadian antisosial khas bertindak keluar dari konflik dan mengabaikan aturan dan normal dalam perilaku sosial. Keadaan ini membuat Individu menjadi impulsif, tidak bertanggung jawab, dan tidak berperasaan. Biasanya, kepribadian antisosial memiliki sejarah bermasalah dengan hukum, perilaku agresif dan tidak bertanggung jawab, bahkan korban kekerasan. Mereka menunjukkan tidak menghormati orang lain dan merasa tidak ada penyesalan tentang efek dari perilaku mereka pada orang lain. orang dengan gangguan kepribadian ini berisiko tinggi untuk menjadi individu yang berperan dalam penyalahgunaan zat, terutama alkohol, karena hal itu akan membantu mereka dalam meredakan ketegangan, dan menghilangkan kebosanan.
  • Borderline Personality Disorder : Orang dengan gangguan kepribadian borderline memiliki ketidakstabilan prilaku di beberapa daerah, termasuk hubungan interpersonal, perilaku, suasana hati, dan citra diri. Bisanya ditemui perubahan mood tiba-tiba dan ekstrim, hubungan interpersonal yang tidak stabil dan berfluktuasi dengan citra diri, kemudian munculnya tindakan tidak terduga dan menyakiti diri sendiri adlaah ciri orang dengan gangguan kepribadian borderline. Orang-orang ini umumnya memiliki kesulitan besar dengan identitas diri sendiri. Mereka sering memandang dunia dalam pandangan yang ekstrem, melihat individu lain sebagai sosok yang “semua baik” atau “semuanya buruk.” Seseorang dengan kepribadian borderline dapat membentuk ikatan pribadi yang intens dengan seseorang. Ketakutan ditinggalkan dapat menyebabkan ketergantungan yang berlebihan pada orang lain. Self-multilation atau gerakan bunuh diri berulang dapat digunakan individu dengan gangguan kepribadian borderline untuk mendapatkan perhatian atau memanipulasi orang lain. tindakan impulsif, perasaan kronis mengenai kebosanan atau kekosongan, dan kemarahan yang intens dan tidak wajar adalah ciri-ciri lain dari gangguan ini, dan lebih umum terjadi pada perempuan.
  • Narcissistic Personality Disorder. Orang dengan kepribadian narsistik memiliki rasa berlebihan pada diri sendiri dan merasa bahwa dirinya adalah sosok yang penting, yang diiringi olehpresepsi mengenai fantasi, kesuksesan tak terbatas, dan mencari perhatian konstan dari lingkungan. Orang dengan gangguan kepribadian narsistik sensitif terhadap kegagalan dan sering mengeluhkan beberapa gejala somatik. Rentan terhadap perubahan suasana hati yang ekstrim antara diri sendiri ,kekaguman dan rasa tidak ama.  Orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung mengeksploitasi hubungan interpersonal.

Cluster C

  • Avoidant Personality Disorder : Kepribadian avoidant mengakibatkan terjadinya hipersensitif terhadap penolakan dan tidak mau terlibat dengan orang lain kecuali mereka yakin bahwa mereka menyukai hal tersebut. ketidaknyamanan yang berlebihan mengenai lingkungan sosial, takut menghadapi kritikan, dan menghindari kegiatan sosial atau pekerjaan yang melibatkan kontak interpersonal merupakan karakteristik dari kepribadian avoidant. Mereka takut mengatakan sesuatu yang dianggap bodoh oleh orang lain; khawatir mereka akan tersipu atau menangis di depan orang lain; dan sangat terluka oleh ketidaksetujuan pendapat oleh orang lain. Orang dengan gangguan kepribadian avoidant mungkin tidak memiliki hubungan yang dekat di luar lingkaran keluarga mereka, meskipun mereka ingin, dan marah pada ketidakmampuan mereka untuk berhubungan baik dengan orang lain.
  • Dependent Personality Disorder : Orang dengan gangguan kepribadian dependen mungkin menunjukkan pola perilaku tergantung orang lain dan tunduk pada perintah, mengandalkan orang lain untuk membuat keputusan bagi mereka. Mereka membutuhkan jaminan dan saran yang berlebihan, dan mudah terluka oleh kritik atau ketidaksetujuan. Mereka merasa tidak nyaman dan tidak berdaya jika mereka sendiri, dan dapat hancur ketika hubungan dekat berakhir. Mereka memiliki ketakutan yang kuat terhadap penolakan. Biasanya kurang percaya diri, kepribadian tergantung jarang memulai proyek atau melakukan hal-hal secara mandiri. Gangguan ini biasanya dimulai dengan awal masa dewasa dan didiagnosis lebih sering pada wanita dibandingkan laki-laki.
  • Obsesif-Compulsive Personality Disorder : Adalah gangguan kepribadian kompulsif yang mengakibatkan individu menjadi teliti dan memiliki tingkat aspirasi yang tinggi, dan berusaha untuk mendapatkan kesempurnaan. Orang dengan gangguan kepribadian ini tidak pernah puas dengan prestasi mereka, orang-orang dengan gangguan kepribadian kompulsif mengambil tanggung jawab lebih dan lebih. Mereka dapat diandalkan, tertib, dan teratur, tetapi tidak fleksibel. Mereka sering membuat mereka tidak mampu beradaptasi dengan situasi yang berubah. Orang dengan kepribadian kompulsif sangat hati-hati, mempertimbangkan semua aspek dari masalah, dan memperhatikan setiap detail, sehingga sulit bagi mereka untuk membuat keputusan dan menyelesaikan tugas. Ketika perasaan mereka tidak berada di bawah kontrol yang ketat, peristiwa tak terduga, atau mereka harus bergantung pada orang lain, kepribadian kompulsif sering merasakan rasa isolasi dan ketidakberdayaan.

Bagaimana Penatalaksanaan Gangguan Kepribadian?

Ketika karakteristik gangguan kepribadian yang terjadi sudah berada pada level yang serius dan mengganggu kesehatan, lakukan tindakan evaluasi dan diagnostik dengan dokter berlisensi atau profesional kesehatan mental yang dianjurkan.

Ada banyak jenis bantuan yang tersedia untuk gangguan kepribadian yang berbeda. Pengobatannya terbagi menjadi pengobatan yang dilakukan untuk individu, kelompok, atau psikoterapi keluarga. Obat-obatan yang diresepkan dokter juga dapat membantu dalam mengurangi beberapa gejala dari gangguan kepribadian, termasuk masalah dengan kecemasan dan persepsi.

Psikoterapi untuk pasien dengan gangguan kepribadian berfokus pada membantu mereka melihat konflik bawah sadar yang berkontribusi atau menyebabkan gejala mereka. Hal ini juga membantu orang menjadi lebih fleksibel dan mengurangi pola perilaku yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dalam psikoterapi, metode yang digunakan adalah individu dengan gangguan kepribadian secara konsisten melakukan tidakan yan lebih baik dan berdasarkan norma mengenali dampak dari perilaku mereka pada orang lain. Perilaku dan terapi kognitif berfokus untuk menyelesaikan gejala atau ciri-ciri yang merupakan gangguan kepribadian, seperti ketidakmampuan untuk membuat keputusan hidup yang penting atau ketidakmampuan untuk memulai hubungan.

Masih Ada harapan!

Semakin banyak Anda belajar tentang gangguan kepribadian semakin Anda akan memahami bahwa gangguan kepribadian adalah adalah sebuah penyakit. Orang dengan gangguan kepribadian dapat meningkatkan kesadaran diri dan bersosialisasi secara normal dengan tindakan perawatan yang tepat. Dengan mencari informasi yang Anda dapat mengenali tanda-tanda dan gejala gangguan kepribadian secara langsung Anda membantu diri sendiri atau seseorang yang Anda kenal untuk  dapat hidup sehat dalam fase kehidupan yang lebih memuaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s