Cerebral Palsy

Artikel Terjemahan
Source : http://www.marchofdimes.org/

Cerebral Palsy (CP) adalah sekelompok kondisi yang mempengaruhi bagian-bagian dari otak seseorang yang mengontrol gerakan otot-otot. Hal ini dapat menyebabkan masalah dengan gerakan, postur (kemampuan berdiri tegak) dan keseimbangan.

Ada beberapa kejadian anak dengan gangguan CP juga mungkin memiliki kondisi lain yang menyertai kondisi Cerebral Palsy, seperti cacat intelektual dan perkembangan. Kondisi seseorang yang memiliki gangguan Cerebral Palsy kemungkinan besar memiliki masalah dengan proses otak  dalam bekerja menerima stimulus dan menterjemahkan stimulus, yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan atau keterlambatan perkembangan fisik, belajar, berkomunikasi, mengurus dirinya sendiri atau bergaul dengan orang lain.

Sekitar 1 dari 300 anak-anak (kurang dari 1 persen) memiliki gangguan Cerebral Palsy. Sebagian besar anak-anak yang didiagnosis berada pada usia 2 tahun.

CP adalah penyebab paling umum dari masalah gerakan di masa kecil/childhood. Ada empat jenis CP yang berdasarkan pada jenis masalah gerakan yang terjadi pada anak yaitu :

  1. Spastic Cerebral Palsy

Spastik berarti keadaan dimana terjadinya kondisi otot-otot tegang atau kaku, dan otot terasa kejang. Jenis Cerebral Palsy ini adalah jenis yang paling umum dan banyak terjadi,  sekitar 4 dari 5 anak (80 persen) dengan CP memiliki diagnosia Cerebral Palsy tipe spastik. Anak dengan tipe CP spastik akan mengalami keadaan dimana otot menjadi kaku dan mungkin memiliki gerakan tubuh yang canggung.

Tanda dan gejala CP spastik meliputi:

  • Otot terasa tegang dan sulit untuk diregangkan
  • Masalah dalam pola berjalan, gangguan crossing knees, scissor foot atau berjalan di atas jari kaki
  • Persendian yang kaku dan sulit digerakan.
  • Otot lemah atau tidak ada gerakan dalam kelompok otot tertentu

Ada tiga jenis CP spastik:

  • Spastic Diplegia : Anak-anak dengan jenis CP diplegi memiliki kekakuan otot terutama di ekstermitas bawah / kaki. Mereka mungkin memiliki kesulitan berjalan karena otot-otot yang kaku dan sulit digerakan berada pada kelompok otot yang menggerakan pinggul dan kaki, yang menyebabkan kaki mereka bergerak keadarah dalam dengan kedua lutut berdekatan atau gejala ini dinamakan Scissor Foot. Anak dengan gangguan CP Spastic Diplegia kemungkinan besar memerlukan alat bantu walker atau leg brances untuk membantu mereka bergerak.
  • Spastic Hemiplegia : CP jenis ini biasanya hanya mempengaruhi salah satu sisi tubuhakan kehilangan kontrol gerak maksimal dibanding sisi tubuh lainnya yang tidak terkena. Anak dengan gangguan CP tipe Hemiplegia ini sering berjalan dengan lambat daripada yang lain dan biasanya pola berjalan didominasi pada pergerakan ujung-ujung kaki. Beberapa anak yang memiliki gangguan CP Hemiplegi juga memiliki tulang belakang yang melengkung (scoliosis), kejang atau masalah dengan wicara.
  • Spastic quadriplegia : Adalah jenis yang terberat dari kondisi cerebral palsy. Kondisi CP Quadriplegi akan mempengaruhi sebagian besar tubuh, termasuk semua lengan dan kaki, batang tubuh (bagian tengah tubuh) dan wajah. Anak-anak ini biasanya tidak bisa berjalan dan mereka sering memiliki cacat intelektual, kesulitan berbicara dan kejang.

Apakah ada jenis lain dari CP?

Tentu, jenis lain dari CP meliputi :

  1. Diskinesia CP : Anak-anak dengan jenis CP ini memiliki otot yang bergradasi dari terlalu kaku menjadi terlalu lemah. Kondisi CP ini dapat menyebabkan gerakan yang tidak terkendali terjadi dari gerakan otot yang bekerja lambat tiba – tiba  memutar secara cepat dan menghentak – hentak. Anak-anak dengan CP diskinesia juga memiliki masalah dalam mengendalikan gerakan tangan, lengan, kaki dan kaki. Hal ini membuat sulit untuk duduk dan berjalan. Beberapa anak-anak ini juga memiliki kesulitan berbicara. Masalah pada otot wajah dan lidah mereka dapat membuat gangguan lain seperti kesulitan mengontrol saliva/air liur didalam mulut.
  2. Ataxic CP : Merupakan jenis CP yang langka. Anak dengang gangguan ini memiliki masalah dengan keseimbangan dan koordinasi. Mereka mungkin mudah goyah ketika mereka berjalan. Mereka juga mungkin memiliki kondisi tremor (gemetar otot) ketika mereka membuat gerakan cepat atau gerakan yang membutuhkan banyak kontrol, seperti menulis.
  3. Mixed CP : Kondisi ini terjadi apabila seorang anak menunjukkan gejala lebih dari satu jenis CP. Jenis yang paling umum dari campuran CP spastik-diskinesia.

Bagaimana Anda tahu jika bayi Anda memiliki CP?

Kondisi CP bisa berbeda pada setiap anak. Beberapa anak juga  memiliki gejala CP ringan. Mereka mungkin memiliki beberapa gerakan tubuh yang canggung dan perlu sedikit bantuan khusus dalam melakukan aktifitas keseharian. Beberapa dari anak dengan gejala CP memiliki kondisi CP yang lebih serius. Mereka mungkin membutuhkan banyak perawatan khusus dan bergantung pentuh pada perlindungan dari orang lain dalam hidup mereka. Kondisi CP tidak akan bertambah buruk dari waktu ke waktu, namun gejalanya dapat berubah.

Beberapa kondisi bayi dengan CP sering memiliki keterlambatan perkembangan. Ini berarti anak Anda tidak mencapai tahap perkembangan yang matang dan diharapkan. Perkembangan milestone adalah keterampilan atau kegiatan yang secara umum dilalui dan dikuasai anak-anak pada usia tertentu misalnya seperti duduk, berjalan, berbicara, memiliki keterampilan sosial dan memiliki kemampuan baik dalam berpikir.

Tanda dan Gejala CP :

Kurang dari 6 bulan

  • Kepalanya jatuh kembali ketika Anda mengangkatnya dari posisi berbaring telentang.
  • Terjadi kondisi kaku atau lunglai pada kelompok otot tertentu.
  • Ketika digendong biasanya anak akan mendorong dan menjauhi Anda dengan menggunakan esktermitas atas/bawah.
  • Ketika anda mengangkat anak anda biasanya akan terjadi kondisi pada kaki yang dinamakan scissor foot, dan kekakuan pada otot.

Lebih dari 6 bulan

  • Anak tidak mampu berguling.
  • Anak tidak bisa membawa tangannya dengan tangan yang lain.
  • Anak memiliki kesulitan membawa tangannya ke mulutnya.
  • Anak dapat meraih sebuah benda dengan hanya satu tangan dan melakukan gerakan menggenggam yang kaku pada lengan yang lain.

Lebih dari 10 Bulan

Anak merangkak dengan mendorong satu tangan dan satu kaki sambil menyeret sisi lain dan kaki.

Anak mampu berlari  atau melompat, tetapi tidak dapat merangkak.

Lebih dari 1 tahun

  • Dia tidak bisa merangkak.
  • Dia tidak bisa berdiri tanpa bantuan / dukungan.

Tiga langkah dalam mendiagnosis CP, diantaranya adalah

  1. Developmental Monitoring : Seorang dokter / tenaga ahli biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap bayi Anda diantaranya adalah memeriksa pertumbuhan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda dan gejala CP, biasanya dokter/ tenaga ahli akan merekomendasikan skrining perkembangan pada anak anda.
  1. Developmental Screening : Tes ini bertujuan untuk memeriksa perkembangan apa yang tidak dilewati dan berkembang secara matang semasa bayi/balita, seperti masalah dengan gerakan merangkak, merayap, berguling, dan sebagainya. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua anak harus melakukan tes skrining perkembangan dan melakukan check up secara berkala pada usia 9 bulan, 18 bulan dan 24 atau 30 bulan.
  1. Developmental and Medical Evaluation : Jika dari hasil tes skrining bayi Anda menunjukan adanya kondisi tidak normal pada perkembangan anak, maka dokter /tenaga ahli akan merekomendasikan evaluasi perkembangan dan medis dengan kerjasama dengan disiplin ilmu lain seperti dokter saraf atau Okupasi Terapi (Terapi Aktifitas) untuk meningkatkan kemampuan anak untuk bergerak.

Dokter/ tenaga kesehatan profesional mungkin juga merekomendasikan serangkaian tes yang dilakukan untuk memastikan diagnosis :

  • Tes darah
  • Computed Tomography (CT scan) : Tes ini menggunakan sinar-X khusus untuk membuat gambar otak bayi Anda.
  • Elektroensefalogram (juga disebut EEG) : Tes ini mencatat aktivitas listrik di otak bayi Anda. Hal ini dapat membantu mendiagnosis epilepsi, yang kadang-kadang terjadi pada anak-anak dengan CP. Epilepsi adalah gangguan kejang yang mempengaruhi bagaimana sel-sel saraf di otak Anda bekerja.
  • Magnetic Resonance Imaging (juga disebut MRI) : MRI adalah tes medis yang membuat gambaran rinci tentang bagian dalam tubuh Anda.
  • USG : Tes ini menggunakan gelombang suara dan layar komputer untuk menampilkan gambar bayi Anda di dalam rahim.

Penatalaksanaan Cerebral Palsy

Anda dapat bekerjasama dengan tim dokter untuk mencari tahu kebutuhan anak Anda dengan rencana pengobatan yang repetitif dan sesuai prosedur yang tepat. Anggota tim kesehatan yang terlibat :

  • Dokter Anak : Adalah dokter yang memiliki pelatihan dan wawasan khusus mengenai bayi dan anak-anak.
  • ahli saraf anak : Adalah dokter yang memiliki pelatihan khusus dalam melakukan penanganan kondisi otak pada bayi dan anak-anak.
  • Pekerja sosial : Adalah orang dengan pelatihan khusus untuk membantu orang memecahkan masalah yang melibatkan keberlangsungan hidup anak dengan gangguan CP.
  • Psikolog : Adalah orang dengan pelatihan khusus untuk mengurus orang dengan masalah kesehatan emosional atau mental, seperti depresi.
  • Ahli bedah ortopedi : Adalah seorang dokter dengan pelatihan khusus melakukan operasi pada tulang dan otot.
  • Fisioterapi : Adalah orang dengan pelatihan khusus untuk membuat program latihan bagi anak Anda.
  • Okupasi Terapis : Adalah orang yang bisa mengajar anak Anda bagaimana melakukan hal-hal sehari-hari, seperti makan, berpakaian dan menulis secara mandiri.
  • Terapi Wicara : Pofesional ini dapat membantu anak Anda berbicara lebih jelas atau berkomunikasi dengan cara yang efektif.
  • Guru pendidikan khusus : Orang ini memiliki pelatihan khusus untuk membantu anak Anda dengan belajar.

Anak Anda mungkin memerlukan obat untuk membantu merenggangkan kejang otot, obat yang dapat biasanya digunakan:

  • Diazepam (Valium®), baclofen (Lioresal®), dantrolen (Dantrium®) dan Tizanidine (Zanaflex®).
  • Baclofen, obat yang dimasukan melalui pompa yang ditempatkan di bawah kulit anak. pompa tersebut melepaskan obat ke dalam cairan yang mengelilingi sumsum tulang belakang.
  • Botox (juga disebut toksin botulinum).

Jika anak Anda memiliki kondisi kejang  yang parah dan obat-obatan tidak membantu banyak, Dokter dapat merekomendasikan operasi yang disebut Selective Dorsal Rhizotomy. Operasi ini memungkinkan seorang ahli bedah memotong beberapa saraf di dasar tulang belakang dan dapat membantu berkurangnya kejang otot dan membantu anak Anda untuk melakukan aktifitas duduk, berdiri, berjalan atau bergerak lebih mudah.

Apa masalah kesehatan yang umum ditemukan pada kondisi CP?

Orang dengan CP mungkin memiliki masalah kesehatan ini :

  • Sembelit : Adalah kondisi ketika anak Anda kesulitan untuk buang angin dan buang air besar.
  • Drooling
  • Masalah buang air kecil
  • Kejang
  • Muntah
  • Masalah pernapasan
  • Masalah menelan, menghisap atau makan
  • Masalah berbicara, melihat atau mendengar

Apa yang menyebabkan CP?

CP terjadi ketika bayi Anda memiliki kerusakan otak atau ada masalah dalam bagaimana otak bayi berkembang. Sebagian besar anak-anak dengan CP memiliki CP kongenital. Ini berarti mereka memiliki CP saat lahir. Ada beberapa kasus anak CP yang tidak diketahui apa penyebab pastinya.

Perubahan gen yang mempengaruhi perkembangan otak mungkin memainkan peran besar yang menyebabkan CP. Gen adalah bagian dari sel-sel tubuh yang menyimpan instruksi mengenai bagaimana cara tubuh tumbuh dan berkembang. Gen diturunkan dari orang tua kepada anak-anak. Perubahan gen (mutasi) adalah perubahan instruksi yang tidak selaras/abnormal yang disimpan dalam gen.

Kerusakan otak yang mengarah ke CP bisa terjadi sebelum lahir, selama persalinan dan kelahiran atau setelah lahir, ketika otak masih dalam fase perkembangan

Kemungkinan besar bayi anda terlahir dengan gangguan CP sebelum kelahiran jika :

  • Anda sedang hamil dengan kondisi bayi (kembar, kembar tiga atau lebih). Semakin banyak bayi yang anda kandung, semakin besar kemungkinan anak anda memiliki gangguan CP.
  • Anda memiliki infeksi tertentu selama masa kehamilan : Infeksi yang dapat menyebabkan CP termasuk cacar, rubella (juga disebut campak Jerman), cytomegalovirus (juga disebut CMV), toksoplasmosis, chorioamnioitis (infeksi pada rahim) dan infeksi di plasenta. plasenta tumbuh di dalam rahim Anda dan merupakan jalur nutrisi  bayi bayi anda yang mengrim makanan dan oksigen melalui tali pusat.
  • Anda memiliki kondisi kesehatan, seperti kejang atau kondisi tiroid : Tiroid adalah kelenjar di leher yang membuat hormon yang membantu tubuh menyimpan dan menggunakan energi dari makanan.
  • Darah Anda dan darah bayi Anda tidak kompatibel : Hal ini menempatkan bayi Anda pada risiko penyakit Rh, yang dapat menyebabkan masalah serius – bahkan kematian untuk bayi Anda. Untuk pencegahannya Anda bisa melakukan tes darah selama kehamilan untuk melihat apakah darah Anda dan darah bayi Anda tidak kompatibel.
  • Kontak dengan zat berbahaya, seperti merkuri : Selama kehamilan, tidak dianjurkan makan ikan dengan tingkat merkuri yang tinggi, seperti ikan todak, king mackerel, hiu dan tilefish.
  • Bayi Anda tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam rahim : Hal ini dapat terjadi jika plasenta tidak bekerja dengan benar.
  • Bayi Anda mengalami pendarahan di otak : Kadang-kadang bayi mengalami gejala stroke pada rahim yang menyebabkan terjadinya pendarahan di otaknya. Stroke terjadi ketika bekuan darah menghambat jalannya darah pada pembuluh darah yang membawa darah ke otak, yang menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan/ sel otak kekurangan dara. Pembekuan darah di plasenta, pembuluh darah yang lemah dan tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan bayi mengalami stroke dalam rahim.

Resiko bayi Anda mengalami CP akan lebih besar selama masa persalinan dan kelahiran jika:

  • Bayi Anda berada dalam posisi sungsang pada awal persalinan : ini terjadi ketika bagian bawah atau kaki bayi Anda menghadap ke bawah tepat sebelum kelahiran.
  • Bayi tidak mendapatkan cukup oksigen selama persalinan dan kelahiran : Hal ini dapat terjadi jika ada masalah dengan tali pusar atau Anda memiliki kondisi kesehatan, seperti ruptur uteri. Ruptur Uteri adalah ketika kondisi rahim secara mendadak menjadi tidak mendukung proses persalinan. Kondisi ini sangat jarang terjadi.
  • Anak lahir prematur : Adalah ketika bayi lahir terlalu dini, sebelum 37 minggu masa kehamilan.
  • Anak lahir dengan berat lahir rendah dan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran normal (disebut SGA). berat lahir rendah berarti berat bayi kurang dari 5 pound, 8 ons saat lahir. SGA berarti ukuran bayi lebih kecil dari ukuran normal berdasarkan jumlah minggu bayi berada di rahim.

Resiko bayi Anda mengalami CP akan lebih besar setelah masa persalinan dan kelahiran jika:

  • Penyakit Kuning, terutama jika itu tidak diobati dini : Penyakit kuning adalah ketika mata dan kulit bayi Anda terlihat kuning. Seorang bayi memiliki penyakit kuning ketika hatinya belum sepenuhnya berkembang atau tidak bekerja dengan baik. Beberapa penyakit darah, seperti penyakit Rh, dapat menyebabkan penyakit kuning dan kerusakan otak pada bayi.
  • Cedera kepala : Seorang bayi mungkin mendapatkan cedera kepala dari berada di kecelakaan mobil atau jatuh dan mengakibatkan cedera pada kepala.
  • Infeksi otak : Seperti ensefalitis dan meningitis. Ensefalitis adalah pembengkakan otak yang biasanya disebabkan oleh virus. Meningitis adalah infeksi yang menyebabkan pembengkakan di otak dan sumsum tulang belakang
  • Kejang

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s