Kode Etik Okupasi Terapis : World Federation of Occupational Therapists (WFOT) Statement

Pokok Etika Okupasi Terapi

Okupasi terapi adalah sebuah profesi  yang memberikan pelayanan kesehatan dengan konsep client – center yang berhubungan dengan promosi kesehatan dan kesejahteraan dalam melakukan aktifitas kerja. Tujuan utama dari Okupasi Terapi adalah untuk meningkatkan dan mengembalikan kemampuan client agar dapat berpartisipasi dalam aktifitas tertentu yang dipadukan dan diselaraskan  dengan  kebudayaan dan lingkungan.

Okupasi terapis memiliki standar kode etik yang telah ditentukan dan dibutuhkan sebagai bentuk unik etika kerja yang timbul dari dasar filosofis dari sebuah profesi.

Dengan demikian, seorang Okupasi Terapis dapat memberlakukan bentuk kode etik ini yang berpusat dan berkaitan erat dalam penanganan Terapi Okupasi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesempatan bagi individu dan kelompok untuk berpartisipasi dalam pekerjaan.

WFOT (World Federation of Occupational Therapists) sebagai badan profesi dunia yang telah membuat kode ini memandang kode etik sebagai sebuah pencapaian dan landasan dasar dari panduan etika praktik. Namun hal ini dapat dipahami bahwa tiap anggota organisasi WFOT akan memiliki detil kode etik yang beragam dan bebeda khususnya pada konteks profesi di negara mereka.

Menjaga etika pada pokok praktik terapis merupakan hal penting bagi kesejahteraan klien dan nama baik profesi secara umum. Kode etik WFOT mendukung Okupasi Terapis mencapai kinerja yang maksimal dan teratur sesuai dengan peran profesi mereka. Hal ini berdasarkan tugas dan tanggungjawab profesi pada klien, profesi lainnya, dan kepada seluruh masyarakat.

Tugas Profesi Okupasi Terapis

Tugas profesi Okupasi Terapis adalah memberikan pelayanan dalam bentuk terapi aktifitas kepada individu, kelompok ataupun masyarakat. Okupasi terapis akan melakukan intervensi dan bekerjasama dengan individu/klien, atau dapat berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait. Intervensi ini berkaitan pada lingkungan yang bermakna dan relevan secara budaya untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Okupasi Terapis menjunjung tinggi kejujuran, meningkatkan kepercayaan klien, loyalitas dan pemikiran yang terbuka pada seluruh aspek pada peran profesionalnya.

Okupasi Terapis berpartisipasi pada peningkatan mutu profesi melalui pembelajaran terus menerus dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dan keterampilan kerjanya, berdasarkan bukti yang tersedia.

Okupasi Terapis mengawasi mahasiswa dalam pelatihan atau praktik klinik Okupasi Terapi dan bersedia menjadi seorang konsultan bagi Okupasi Terapis lainnya.

Okupasi Terapis berkomitmen pada peningkatan dan perkembangan profesi secara umum. Secara etik, terapis juga mempromosikan Okupasi Terapi pada publik/masyarakat luas, organisasi profesional lainnya dan badan pemerintahan lokal, regional, nasional dan internasional

Okupasi Terapis yang ikut serta dalam riset penelitian harus menghormati dan memenuhi persyaratan etik. 

Tanggungjawab terhadap klien

WFOT mendukung sepenuhnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Okupasi Terapis mengakui bahwa setiap individu adalah memiliki keunikan sendiri dalam cara mereka menggabungkan interaksi dinamis antar budaya, sosial, psikologis, biologis, keuangan, politik dan spiritual pada Occupational Performance individu dan partisipasi masyarakat.

Okupasi Terapis melakukan pendekatan pada seluruh individu/klien yang menerima pelayanan dengan rasa hormat dan memperhatikan situasinya yang ‘unik’. Okupasi terapis tidak mendiskriminasi terhadap orang berdasarkan ras, warna kulit, gangguan, disabilitas, kebangsaan, usia, jenis kelamin, preferensi seksual, agama, kepercayaan politik atau status sosial.

Nilai-nilai, preferensi dan kemampuan berpartisipasi individu/klien yang menerima Okupasi Terapi akan diperhitungkan dalam memberikan pelayanan.

Kerahasiaan informasi pribadi klien dan rincian pribadinya terjamin, dan hal tersebut berlaku pada persetujuan klien. Okupasi terapis mengakui bahwa hubungan keluarga/lainnya adalah sesuatu penting dan melibatkan mereka dalam pelayanan, dimulai dari persetujuan klien menerima pelayanan Okupasi Terapi.

Tanggungjawab terhadap profesi non-Okupasi Terapis

Okupasi terapis mengakui kebutuhan kolaborasi antar profesi dan menghargai kontribusi ‘unik’ pada profesi lain dalam pandangan lokal, regional, dan global. Kontribusi mereka pada kolaborasi antar profesi berdasarkan pada occupational performance selama hal tersebut berpengaruh pada kesehatan dan kesejahteraan individu.

Okupasi terapis menunjukan loyalitas pada pemegang peraturan dan mematuhi aturan yang dibuat selama aturan sesuai dengan etika profesi. Okupasi terapis menunjukkan penilaian yang baik dalam penggunaan properti milik pemegang peraturan.

Tanggungjawab terhadap masyarakat lokal dan global

Okupasi Terapis meningkatkan derajat kesehatan pada perspektif lokal, regional dan global.

Okupasi Terapis memberikan informasi yang relevan dan mudah dipahami terkait Okupasi Terapi.

Okupasi Terapis mematuhi hukum dan peraturan dalam lingkup profesional yang menyediakan pelayanan terapi.

Okupasi Terapis mengikuti harapan masyarakat terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan, dan pelayanan yang beradaptasi pada perubahan yang terjadi pada masyarakat.


Referensi:

World Federation of Occupational Therapists, 2016
Dikutip dari: http://www.wfot.org/

United Nations (UN) Universal Declaration of Human Rights, 1948
Dikutip dari: http://www.un.org/en/universal-declaration-human-rights/index.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s