Manfaat dan Penerapan Terapi Musik Untuk Kesehatan

Jika Anda bertemu seorang apoteker, anda mungkin berpikir bahwa mereka akan selalu menyarankan sebuah obat atau sesuatu untuk membuatmu merasa lebih baik. Namun, bukankah lebih baik jika kita mencegah sebuah gangguan/penyakit dengan menjauhi bahaya sedini mungkin apalagi saat hal itu berkaitan dengan kesehatan. Mencegah timbulnya sebuah penyakit merupakan tahap awal untuk meningkatkan kepercayaan diri anda, seperti pencegah stress, dan diet khusus. Perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah efek samping dan hubungan yang terkait obat-obatan, hebal, dan suplemen. Hal ini dapat menghemat biaya dan relatif aman untuk kesehatan anda. “Jauhi bahaya” harus menjadi kamus dalam diri anda.

Bagi kebanyakan orang, musik adalah bagian penting dalam hidup. Beberapa orang beranggapan bahwa mendengarkan musik dapat membantu mereka melakukan aktivitas pagi hari dengan lebih baik. Banyak orang bahkan menyalakan radio/tape mereka saat mereka masak, mandi, atau sedang mencuci dan menyetrika baju.

Musik sering dikaitkan dengan mood atau suasana hati. Lagu tertentu dapat membuat kita senang, sedih, bersemangat, atau santai. Karena musik dapat memberikan efek pada pola pikir dan akal sehat individu, ini bukanlah hal baru bahwa terapi musik telah dipelajari untuk penanganan beberapa kondisi medis.

Semua bentuk musik dapat memberikan efek terapetik, walaupun musik dari budaya sendiri dapat membuat efeknya lebih efektif. Dalam teori kedokteran Cina, 5 (lima) fungsi organ dalam diyakini berhubungan dengan nada dan musik, yang digunakan untuk membantu penyembuhan penyakit.

Jenis-jenis musik berbeda dalam jenis stimulasi neurologis yang dihasilkan. Contohnya, musik klasik ditemukan dapat memberikan rasa nyaman dan rileks, sedangkan musik rock memberikan rasa yang tidak nyaman.

Musik dapat digunakan bersama dengan metode guided imagery untuk menimbulkan keadaan kesadaran yang membantu mengungkapkan emosi yang terpendam dan menstimulasi kreativitas. Musik dapat juga digunakan didalam kelas untuk membantu siswa dalam pembelajaran membaca dan kemampuan berbahasa. Metode reseptif  yang melibatkan ‘mendengarkan’ dan ‘merespon’ pada musik live atau rekaman. Hasil respon dari penggunaan terapi musik diyakini membantu orang mengekspresikan diri agar diterima secara sosial dan memeriksa masalah pribadi.

Berdasarkan Natural Standard Research, ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung penggunaan terapi musik untuk meningkatkan mood dan membantu kecemasan/menekan stress.

Efektivitas :

Berikut adalah 5 kondisi lain untuk terapi musik yang telah dipelajari, didukung oleh bukti ilmiah yang baik:

Autisme

Autisme adalah gangguan otak yang berhubungan dengan berbagai masalah perkembangan, terutama dalam komunikasi dan interaksi sosial. Menurut American Psychiatric Association, autisme diklasifikasikan sebagai jenis gangguan spektrum autisme (ASD). Gangguan ini ditandai oleh masalah dengan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku repetitif. Beberapa profesional menggunakan istilah yang lebih luas, yang disebut pervasive development disorder (PDD), untuk menggambarkan autisme. Selain autisme, ada empat gangguan lain yang memenuhi syarat sebagai PDD : sindrom Asperger, gangguan disintegratif masa kanak-kanak, pervasive developmental disorder-not otherwise specified (PDD-NOS), dan Rett syndrome.

Orang yang memiliki gangguan spektrum autisme sering menunjukkan minat yang tinggi dan respon yang baik terhadap musik. Hal ini dapat membantu dalam pengajaran keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal dan membangun proses perkembangan yang normal.

group_handperc.jpg
Melakukan serangkaian aktifitas bermusik merupakan salah satu media yang dapat digunakan Okupasi Terapis dalam meningkatkan kemampuan individu dalam bersosialisasi dengan lingkungan, berkomunikasi, mengekspresikan diri, meningkatkan mood dan membantu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari -hari

Demensia

Demensia mengacu pada hilangnya fungsi kognitif (proses intelektual mengakibatkan kelemahan pada pemahaman, persepsi, atau kesadaran pikiran seseorang dan ide-ide). Demensia dapat disebabkan oleh perubahan di otak seperti yang terkait dengan penyakit atau trauma. Perubahan dapat terjadi secara bertahap atau cepat. Kognitif merupakan proses berpikir, memahami, dan belajar. Fungsi kognitif yang menurun akibat demensia termasuk  kemampuan pengambilan keputusan, penilaian, memori, orientasi spasial, pemikiran, penalaran, dan komunikasi verbal. Demensia juga dapat mengakibatkan perubahan perilaku dan kepribadian, tergantung pada daerah  otak yang terkena.

Pada orang dewasa yang lebih tua dengan gangguan Alzheimer, demensia, dan gangguan mental lainnya, terapi musik dapat digunakan untuk mengurangi perilaku agresif atau gelisah, mengurangi gejala demensia, meningkatkan mood, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan tugas sehari-hari, seperti mandi. Terapi musik juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung atau otak pada pasien demensia usia lanjut.

Depresi

Depresi atau gangguan depresi merupakan penyakit yang melibatkan fungsi tubuh, suasana hati, dan pikiran. Depresi dianggap gangguan mood. Depresi mempengaruhi cara seseorang dalam melakukan aktifitas keseharian seperti makan dan tidur, bagaimana cara orang berfikir mengenai dirinya sendiri dan cara orang berpikir tentang situasi kehidupan yang sedang dihadapi. Tidak seperti pengalaman emosional yang normal seperti kesedihan, kehilangan, atau gangguan suasana hati, gangguan depresi secara signifikan dapat mengganggu pikiran individu, perilaku, suasana hati, aktivitas, dan kesehatan fisik. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), gangguan depresi mempengaruhi sekitar 18,8 juta orang dewasa di Amerika.

Ada bukti bahwa terapi musik dapat meningkatkan respon terhadap obat antidepresan. Pada orang dewasa dengan depresi, program berbasis rumah terapi musik (Home base therapy of Music) mungkin memiliki efek jangka panjang. Pada wanita dewasa yang mengalami depresi, terapi musik dapat menyebabkan penurunan denyut jantung, tingkat pernapasan, tekanan darah, dan menurunkan perasaan depresi. Terapi musik juga dapat bermanfaat dalam menangani gangguan depresi setelah operasi penggantian lutut total atau pada pasien yang menjalani hemodialisis.

Perkembangan bayi

Ada bukti bahwa musik yang dimainkan ke rahim selama fase kehamilan dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih responsif terhadap musik setelah lahir. Musik yang menenangkan dapat membantu bayi yang baru lahir lebih santai dan mengurangi rasa gelisah. Bayi yang baru lahir yang sudah dikenalkan dengan musik memiliki kecenderungan nafsu makan yang tinggi, berat badan yang meningkat, dan peningkatan toleransi terhadap stimulasi. Bayi yang telah mendapat stimulus musik secara berkelanjutan memiliki kecenderungan denyut jantung yang lambat dan tidur lebih nyenyak setelah melakukan terapi musik.

Kualitas Tidur

Insomnia adalah kesulitan dalam melakukan aktifitas tidur. Ini adalah masalah kesehatan umum yang dapat menyebabkan kantuk di siang hari yang berlebihan dan kekurangan energi. Insomnia jangka panjang dapat menyebabkan seseorang merasa lelah, tertekan atau mudah marah, mengalami kesulitan dalam memperhatikan, belajar, dan mengingat, dan tidak dapat melakukan pekerjaan secara maksimal. insomnia yang parah dapat mengakibatkan perubahan neurochemical (bahan kimia otak) yang dapat menyebabkan masalah seperti depresi dan kecemasan.

Pada orang dewasa yang lebih tua, musik dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan yang ditandai dengan meningkatnya durasi tidur jauh lebih lama, efisiensi tidur yang lebih besar, dan penggunaan waktu yang lebih singkat untuk tertidur. Terapi musik juga mungkin sama efektifnya dengan kloral hidrat dalam menginduksi tidur atau obat penenang pada anak-anak yang menjalani pengujian EEG.

Peringantan!

Beberapa jenis musik tertentu dapat membantu mendorong relaksasi dan rasa nyaman, dan beberapa jenis musik lainnya dapat menyebabkan agitasi. Ada bukti bahwa musik yang mencerminkan preferensi pribadi pendengar lebih cenderung memiliki efek yang diinginkan. Ada kemungkinan bahwa musik yang didiengarkan melalu headphone selama prosedur medis dapat mengganggu kerjasama pasien dengan prosedur penanganan kesehatan. dan juga, mendengarkan musik dengan volume tinggi dapat merusak telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.

Musik tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya pengobatan untuk kondisi medis atau kejiwaan yang berpotensi membahayakan, terapi musik juga tidak dianjurkan pada mereka yang tidak suka terapi musik karena hal ini dapat mengakibatkan agitasi atau stres.

Source : Catherine Ulbricht, Pharm.D. 2013. Music Therapy for Health and Wellness. https://www.psychologytoday.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s