SKIZOFRENIA: Gambaran Umum, Penanganan, dan Dukungan terhadap ODS

GAMBARAN UMUM

Skizofrenia adalah gangguan mental yang serius yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, mengelola emosi, membuat keputusan dan berinteraksi dengan orang lain. Skizofrenia merupakan gangguan yang kompleks dan berjangka panjang, yang menyerang sekitar 1% dari masyarakat Amerika. Kendati demikian, skizofrenia dapat terjadi pada semua usia, usia rata-rata onset cenderung berada pada usia remaja akhir awal 20-an tahun untuk pria, dan 20-an sampai 30-an tahun awal bagi wanita. Pada orang berusia lebih muda dari 12 tahun atau lebih tua dari 40 tahun terhitung jarang terdiagnosa skizofrenia. Namun merupakan hal yang mungkin untuk mampu hidup dengan baik dengan skizofrenia.

Gejala

Sulit untuk dapat mendiagnosa skizofrenia pada remaja. Hal ini karena tanda-tanda pertama dapat mencakup perubahan pergaulan, nilai sekolah yang kurang, masalah tidur, dan mudah tersinggung—perilaku  umum dan tidak khusus pada remaja. Faktor-faktor lain termasuk mengisolasi diri dan menarik diri dari orang lain maupun lingkungan, terjadi peningkatan pada kecurigaan dan pikiran-pikiran yang tidak biasa, dan riwayat psikosis keluarga. Pada remaja dengan gejala menuju skizofrenia, tahap gangguan ini disebut periode “prodromal”. Dengan kondisi apapun, penting untuk mendapatkan evaluasi medis yang komprehensif untuk mendapatkan diagnosis yang terbaik. Untuk diagnosis skizofrenia, beberapa gejala berikut hadir dalam konteks terjadinya penurunan fungsi untuk setidaknya 6 bulan:

  • Halusinasi. Dapat termasuk mendengar suara-suara, melihat sesuatu, atau mencium bau-bau yang tidak bisa dirasakan. Halusinasi sangat nyata untuk orang yang mengalami hal tersebut, dan itu mungkin sangat membingungkan bagi orang yang dicintai yang melihatnya. Suara-suara pada halusinasi bisa bersifat kritis atau mengancam. Suara mungkin melibatkan orang yang diketahui atau tidak diketahui oleh orang mendengar mereka.
  • Delusi/Waham. Merupakan keyakinan yang salah yang tidak berubah bahkan ketika orang yang menganggap mereka muncul dengan ide-ide atau fakta baru. Orang yang memiliki delusi/waham sering juga memiliki masalah konsentrasi, kebingungan, atau perasaan bahwa pikiran mereka diblokir.
  • Gejala negatif adalah salah satu yang mengurangi kemampuan seseorang. Gejala negatif sering termasuk menjadi emosi dan ekspresi datar atau berbicara datar, seperti pemikiran yang terputus. Orang dengan gejala negatif mungkin tidak dapat memulai atau melakukan kegiatan, minat yang minim dalam keseharian, atau mempertahankan hubungan. Gejala negatif kadang-kadang sering tertukar dengan depresi klinis.
  • Masalah kognitif/pikiran disorganisir. Orang-orang dengan gejala kognitif skizofrenia sering kesulitan untuk mengingat hal-hal, mengorganisasikan pikiran mereka atau menyelesaikan tugas. Umumnya, orang dengan skizofrenia memiliki Anosognosia atau “kurangnya pemahaman.” Ini berarti orang tersebut tidak menyadari bahwa ia merupakan ‘pasien’, yang dapat membuatnya sulit untuk menanganinya.

 

Penyebab

Penelitian menunjukkan bahwa skizofrenia dapat memiliki beberapa kemungkinan penyebab:

  • Genetik. Skizofrenia tidak disebabkan oleh hanya satu variasi genetik, tapi interaksi yang rumit pada genetik dan lingkungan. Sementara skizofrenia terjadi pada 1% dari populasi umum, memiliki riwayat psikosis keluarga. Skizofrenia terjadi pada sekitar 10% dari orang-orang yang memiliki kerabat tingkat pertama dengan gangguan, seperti orang tua atau saudara. Risiko tertinggi terjadi ketika kembar identik didiagnosis dengan skizofrenia. Kembar tidak terpengaruh memiliki peluang sekitar 50%.
  • Lingkungan. Paparan virus atau kurang gizi sebelum kelahiran, terutama pada trimester pertama dan kedua telah terbukti meningkatkan risiko skizofrenia. Peradangan atau penyakit autoimun juga dapat menyebabkan meningkatnya sistem kekebalan tubuh
  • Otak. Masalah dengan bahan kimia tertentu pada otak, termasuk pada neurotransmiter yang disebut dopamin dan glutamat, dapat berkontribusi pada skizofrenia. Neurotransmiter memungkinkan sel-sel otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Jaringan-jaringan neuron dapat terlibat juga.
  • Penggunaan narkoba. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi obat penenang selama usia remaja dan dewasa muda dapat meningkatkan risiko skizofrenia. Sebuah bukti-bukti menunjukkan bahwa merokok ganja meningkatkan insidens risiko psikotik dan risiko pengalaman psikotik yang sedang berlangsung. Semakin muda dan penggunaan yang semakin sering, semakin besar risikonya. Studi lain telah menemukan bahwa merokok ganja menyebabkan onset awal skizofrenia dan sering mendahului manifestasi dari penyakit.

Diagnosis

Tidak mudah untuk menegakkan diagnosa skizofrenia. Kadang-kadang menggunakan obat, seperti metamfetamin atau LSD, dapat menyebabkan seseorang untuk memiliki gejala mirip skizofrenia. Kesulitan mendiagnosis penyakit ini diperparah oleh kenyataan bahwa banyak orang yang didiagnosis tidak mempercayainya dan mengalami denial. Kurangnya kesadaran merupakan gejala umum dari orang yang didiagnosis dengan skizofrenia dan dapat mempersulit penanganan/terapi.

Sementara tidak satupun tes fisik atau laboratorium yang dapat mendiagnosis skizofrenia, penyedia layanan kesehatan yang mengevaluasi gejala dan perjalanan penyakit seseorang lebih dari enam bulan dapat membantu memastikan diagnosis yang benar. Penyedia layanan kesehatan harus mengesampingkan faktor lain seperti tumor otak, kondisi medis dan diagnosis psikiatri lainnya, seperti gangguan bipolar.

Untuk dapat didiagnosis dengan skizofrenia, seseorang harus memiliki dua atau lebih gejala berikut terjadi terus-menerus dalam konteks berkurang fungsi:

  • Delusi/Waham
  • Halusinasi
  • Bicara tidak beraturan
  • Perilaku yang tidak beraturan atau katatonik
  • Gejala Negatif

Delusi atau halusinasi saja sering dapat cukup menuju diagnosis skizofrenia. Mengidentifikasi sedini mungkin sangat meningkatkan kemungkinan seseorang mengelola penyakit, mengurangi episode psikotik, dan pemulihan. Tidak banyak orang-orang yang menerima perawatan yang baik selama episode psikotik pertama mereka dirawat di rumah sakit, dan butuh waktu sedikit untuk mengontrol gejala daripada mereka yang tidak menerima pertolongan segera. Literatur tentang peran obat-obatan di awal pengobatan berkembang, tetapi kita tahu bahwa psikoterapi sangat penting.

Orang dapat menjelaskan gejala dalam berbagai cara. Bagaimana seseorang menggambarkan gejala sering tergantung pada pandangan dari kacamata budaya mereka. Setiap orang yang telah didiagnosis dengan skizofrenia harus mencoba untuk bekerja dengan profesional perawatan kesehatan yang memahami latar belakang budaya nya dan berbagi harapan yang sama untuk pengobatan.

Penanganan

Tidak ada obat untuk skizofrenia, tetapi dapat ditangani dan dikelola dalam beberapa cara.

  • Pengobatan antipsikotik
  • Psikoterapi, seperti Terapi Perilaku Kognitif dan penanganan asertif masyarakat dan terapi suportif
  • Strategi pengelolaan diri dan edukasi

 

Kondisi Terkait

Orang dengan skizofrenia mungkin memiliki gangguan lain, seperti:

  • Penggunaan narkoba
  • Gangguan stres pasca trauma
  • Gangguan Obsesif kompulsif
  • Depresi major

TREATMENT

Dengan obat-obatan, rehabilitasi psikososial, dan dukungan keluarga, gejala skizofrenia dapat dikurangi. Orang dengan skizofrenia harus mendapatkan pengobatan segera setelah gangguan mulai terlihat, karena deteksi dini dapat mengurangi keparahan gejala mereka.

Pemulihan saat hidup dengan diagnosa skizofrenia sering terlihat dari waktu ke waktu, dan melibatkan berbagai faktor termasuk belajar mandiri, dukungan teman sebaya, sekolah dan bekerja dan menemukan dukungan yang tepat dan pengobatan lanjut.

Pengobatan

Biasanya, penyedia layanan kesehatan akan meresepkan antipsikotik untuk meredakan gejala psikosis, seperti delusi/waham dan halusinasi. Karena kurangnya kesadaran memiliki gangguan tersebut dan efek samping yang serius dari obat yang digunakan untuk mengobati skizofrenia, orang-orang yang telah diresepkan mereka sering ragu-ragu untuk mengkonsumsinya.

Antipsikotik (khusus) generasi pertama

Obat-obat ini dapat menyebabkan gangguan gerak dystonia atau tardive dyskinesia, dan juga kekakuan otot. Efek samping lain juga dapat terjadi.

  • Chlorpromazine (Thorazine)
  • Fluphenazine (Proxlixin)
  • Haloperidol (Haldol)
  • Loxapine (Loxitane)
  • Perphenazine (Trilafon)
  • Thiothixene (Navane)
  • Trifluoperazine (Stelazine)

Antipsikotik (atipikal) generasi kedua

Obat-obat ini disebut atipikal karena mereka cenderung untuk memblokir dopamin dan menyebabkan gangguan gerak. Mereka, bagaimanapun, meningkatkan risiko peningkatan berat badan dan diabetes. Perubahan nutrisi dan olahraga, dan mungkin intervensi pengobatan, dapat membantu mengatasi efek samping tersebut.

  • Aripiprazole (Abilify)
  • Asenapine (Saphris)
  • Clozapine (Clozaril)
  • Iloperidone (Fanapt)
  • Lurasidone (Latuda)
  • Olanzapine (Zyprexa)
  • Paliperidone (Invega)
  • Risperidone (Risperdal)
  • Quetiapine (Seroquel)
  • Ziprasidone (Geodon)

Salah satu obat antipsikotik generasi kedua yang unik disebut clozapine. Ini adalah satu-satunya disetujui FDA obat antipsikotik untuk pengobatan skizofrenia yang sulit disembuhkan dan telah menjadi satu-satunya ditunjukkan untuk mengurangi pikiran untuk bunuh diri. Namun, itu memang memiliki beberapa risiko medis selain manfaat tersebut.

Psikoterapi

Cognitive behavioral therapy (CBT) adalah pengobatan yang efektif untuk beberapa orang dengan gangguan afektif. Dengan kondisi yang lebih serius, termasuk mereka dengan psikosis, terapi kognitif tambahan yang ditambahkan ke CBT dasar (CBTp). CBTp membantu orang mengembangkan strategi coping untuk gejala persisten yang tidak merespon obat.

Psikoterapi suportif digunakan untuk membantu seseorang memproses pengalaman dan untuk mendukungnya dalam menangani skizofrenia-nya. Hal ini tidak dirancang untuk mengungkap pengalaman masa kecil atau mengaktifkan pengalaman traumatik, tapi agak difokuskan pada masa kini dan sekarang.

Cognitive Enhancement Therapy (CET) bekerja untuk meningkatkan fungsi kognitif dan kepercayaan pada kemampuan kognitif seseorang. CET melibatkan kombinasi dari komputer berbasis pelatihan otak dan terapi kelompok. Ini merupakan bidang penelitian aktif di lapangan saat ini.

Penanganan Psikososial

Orang-orang yang terlibat dalam intervensi terapi sering melihat perkembangan, dan mengalami stabilitas mental yang lebih besar pada pasien. Penanganan psikososial memungkinkan orang untuk mengimbangi atau menghilangkan hambatan yang disebabkan oleh skizofrenia dan belajar untuk hidup sukses. Jika seseorang berpartisipasi dalam rehabilitasi psikososial, dia lebih mungkin untuk terus melanjutkan pengobatan dengan minum obat mereka dan cenderung jarang kambuh. Beberapa penanganan psikososial yang lebih umum meliputi:

  • Assertive Community Treatment (ACT) memberikan penanganan yang komprehensif untuk orang dengan gangguan mental serius, seperti skizofrenia. Tidak seperti program berbasis masyarakat lainnya yang menghubungkan orang-orang dengan kesehatan mental atau layanan lainnya, ACT menyediakan pelayanan khusus individual kepada orang-orang dengan gangguan terkait mental. Para profesional bekerja menangani orang-orang dengan skizofrenia dan membantu mereka memenuhi tantangan kehidupan sehari-hari. Profesional ACT juga mengatasi masalah secara proaktif, mencegah krisis, dan memastikan obat yang diambil.
  • Dukungan teman sebaya dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemulihan mereka dengan membantu mereka bekerja pada keterampilan sosial dengan orang lain.

Pendekatan Kesehatan Tambahan

Asam lemak omega-3, yang biasa ditemukan dalam minyak ikan, telah menunjukkan beberapa harapan untuk menangani dan mengelola skizofrenia. Beberapa peneliti percaya bahwa omega-3 dapat membantu mengobati penyakit mental karena kemampuannya untuk membantu mengisi neuron dan koneksi di daerah otak yang terkena.

Perhatian Tambahan

Kesehatan fisik. Orang dengan skizofrenia mengalami banyak risiko kesehatan, termasuk diabetes dan masalah kardiovaskular, dan juga penyakit yang disebabkan merokok dan penyakit paru-paru. Untuk alasan ini, sangat penting memusatkan perhatian secara terkoordinasi dan aktif pada risiko-risiko medis.

Penyalahgunaan narkoba. Sekitar 25% orang dengan skizofrenia akibat penyalahgunaan zat seperti narkoba atau alkohol. Penyalahgunaan zat dapat membuat pengobatan untuk skizofrenia kurang efektif, membuat orang cenderung tidak mengikuti rencana pengobatan, dan bahkan malah makin memperburuk gejala.

DUKUNGAN

Membantu Diri Sendiri

Jika Anda memiliki skizofrenia, kondisi yang dapat mengontrol pikiran Anda, mengganggu fungsi pikir dan jika tidak diobati, menyebabkan krisis. Berikut adalah beberapa cara untuk membantu mengelola penyakit Anda.

  • Manajemen Stres. Stres dapat memicu psikosis dan membuat gejala-gejala skizofrenia memburuk, sehingga sangat penting untuk mengontrolnya. Ketahuilah batas Anda, baik di rumah maupun di tempat kerja atau sekolah. Jangan melakukan sesuatu lebih dari yang Anda dapat lakukan dan manfaatkan waktu untuk diri sendiri jika Anda merasa kewalahan.
  • Cukup tidur. Ketika Anda dalam masa pengobatan, kemungkinan besar anda perlu lebih banyak tidur dari  waktu biasa—delapan jam. Banyak orang dengan skizofrenia memiliki masalah dengan tidur, tapi perubahan gaya hidup seperti berolahraga teratur dan menghindari kafein dapat membantu.
  • Menghindari alkohol dan narkoba. Ini tak terbantahkan bahwa penyalahgunaan zat mempengaruhi manfaat dari pengobatan dan memperburuk gejala. Jika Anda memiliki masalah penyalahgunaan zat, carilah bantuan untuk menanganinya.
  • Memelihara hubungan. Memiliki teman-teman dan keluarga yang terlibat dalam rencana pengobatan Anda dapat membantu pemulihan lebih baik. Orang yang hidup dengan skizofrenia sering mengalami kesulitan dalam situasi sosial, jadi berbaur dengan orang-orang yang memahami hal ini (skizofrenia atau gangguan yang Anda alami) dapat membantu transisi kembali ke kehidupan sosial sehari-hari. Jika Anda merasa Anda bisa, pertimbangkan untuk bergabung dengan kelompok pendukung skizofrenia atau terlibat dengan kegiatan keagamaan lokal, klub, atau organisasi lainnya.

 

Membantu Anggota Keluarga atau Teman

Mempelajari tentang psikosis dan skizofrenia akan membantu Anda memahami apa yang teman atau anggota keluarga Anda alami dan coba untuk mengatasinya. Hidup dengan skizofrenia adalah tantangan. Berikut adalah beberapa cara Anda dapat memberikan dukungan:

  • Menanggapi dengan tenang. Menurut orang yang anda cintai, halusinasi  sangatlah nyata, sehingga sia-sia untuk menyebutnya itu hanya imajinasi. Jelaskan perlahan bahwa Anda melihat hal-hal secara berbeda.
  • Perhatikan pemicu yang menyebabkan kambuh. Anda dapat membantu anggota keluarga atau teman memahami, dan mencoba untuk menghindari, situasi yang memicu gejala nya atau menyebabkan kekambuhan atau mengganggu aktivitas normal.
  • Membantu memastikan obat yang diambil sesuai yang ditentukan. Banyak orang mempertanyakan apakah mereka masih membutuhkan obat ketika mereka merasa lebih baik, atau jika mereka tidak menyukai efek samping. Dorong kerabat atau anggota keluarga tersayang Anda untuk mengkonsumsi obat secara teratur untuk mencegah terjadinya gejala datanf kembali atau semakin parah.
  • Pahami gejala kurang kesadaran (Anosognosia). Anggota keluarga atau teman Anda mungkin tidak dapat melihat bahwa ia memiliki skizofrenia. Daripada mencoba untuk meyakinkan orang bahwa ia memiliki skizofrenia, Anda dapat menunjukkan dukungan dengan membantunya tetap aman, mendapatkan pengobatan/terapi, dan mengambil obat yang diresepkan.
  • Bantulah untuk menghindari obat-obatan atau alkohol. Zat ini diketahui memperburuk gejala skizofrenia dan memicu psikosis. Jika salah satu orang terkasih Anda memiliki gangguan akibat penggunaan zat, penting untuk mendapatkan pertolongan pertama.

 

Sumber:

NAMI (National Alliance on Mental Illness). (2016). Schizophrenia. Dipetik 2017, dari National Alliance of Mental Illness: http://www.nami.org/Learn-More/Mental-Health-Conditions/Schizophrenia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s