Mengenal Lebih Dekat Obsessive – Compulsive Disorder

Apa itu Obsessive-compulsive disorder?

Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah suatu penyakit yang menyebabkan orang memiliki pikiran yang tidak diinginkan (obsesi) dan mengulangi perilaku tertentu (dorongan) lagi dan lagi. Kita semua memiliki kebiasaan dan rutinitas dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti menyikat gigi sebelum tidur. Namun, bagi orang-orang dengan OCD, pola perilaku tersebut dapat menjadi sebuah permasalahan dalam aktifitas keseharian.

Kebanyakan orang dengan OCD tahu bahwa obsesi dan dorongan mereka tidak masuk akal, tetapi mereka tidak dapat mengabaikan atau menghentikan hal tersebut.

Apa Itu Obsesi?

Obsesi adalah ide-ide, gambaran dan impuls yang berjalan melalui pikiran seseorang secara berulang. Seseorang dengan OCD tidak ingin memiliki pikiran-pikiran ini dan menyadari bahwa hal tersebut dapat mengganggu, tetapi mereka tidak bisa mengendalikan hal tersebut. Kadang-kadang pikiran-pikiran ini datang hanya sekali-sekali. Dan beberapa orang yang memiliki OCD memiliki pikiran obsesif yang berulang sepanjang waktu

Apa Itu Kompulsif?

Pikiran obsesif membuat orang yang memiliki OCD merasa gugup dan takut. Mereka mencoba untuk menyingkirkan perasaan ini dengan melakukan perilaku tertentu sesuai dengan “aturan” bahwa mereka akhirnya berprilaku demikian untuk diri mereka sendiri. Prilaku ini disebut dorongan. (Perilaku kompulsif kadang-kadang juga disebut ritual.) Sebagai contoh, seseorang yang memiliki OCD mungkin memiliki pikiran obsesif tentang kuman. Karena pikiran ini, orang tersebut dapat mencuci tangan nya berulang kali. Pertunjukan perilaku ini biasanya hanya membuat perasaan gugup pergi untuk waktu yang singkat. Ketika rasa takut dan gugup kembali, orang yang memiliki OCD mengulangi rutinitas lagi.

Prevalensi OCD

Selama bertahun-tahun, OCD dianggap sebuah kasus langka. Beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 3 juta orang Amerika berusia 18-54 mungkin memiliki OCD pada satu waktu.

Gejala OCD :

  1. Takut kotoran atau kuman
  2. Tidak suka dengan limbah tubuh atau cairan
  3. Khawatir bahwa tugas telah dilakukan buruk, bahkan ketika orang tahu ini tidak benar
  4. Takut memikirkan pikiran-pikiran jahat atau berdosa
  5. Berpikir tentang hal tertentu suara, gambar, kata-kata atau angka sepanjang waktu
  6. Takut merugikan anggota keluarga atau teman

Berikut ini adalah contoh prilaku OCD

  1. Pembersihan dan perawatan, seperti mencuci tangan, mandi atau menyikat gigi lagi dan lagi
  2. Memeriksa laci, kunci pintu dan peralatan untuk memastikan telah ditutup, dikunci atau dimatikan
  3. Mengulangi tindakan, seperti masuk dan keluar dari pintu, duduk dan bangun dari kursi, atau benda tertentu yang disentuh beberapa kali
  4. Memesan dan mengatur barang-barang dengan cara tertentu
  5. Menghitung sampai jumlah tertentu, secara berulang
  6. Menyimpan surat kabar, surat atau kontainer ketika tidak lagi diperlukan
  7. Mencari kepastian konstan dan persetujuan

Apa yang menyebabkan OCD?

Belum ditemukan penyebab pasti untuk OCD. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal itu berkaitan dengan bahan kimia dalam otak yang membawa pesan dari satu sel saraf yang lain. Salah satu bahan kimia ini, yang disebut serotonin membantu untuk menjaga orang-orang dari mengulangi perilaku yang sama lagi dan lagi. Seseorang yang memiliki OCD mungkin tidak memiliki cukup serotonin. Banyak orang yang memiliki OCD bisa berfungsi lebih baik ketika mereka mengambil obat-obatan yang meningkatkan jumlah serotonin di otak mereka.

Treatment OCD

Menggabungkan terapi dengan obat-obatan biasanya dianggap cara yang paling efektif untuk mengobati OCD.

Beberapa obat-obatan tersedia untuk mengobati OCD. Obat-obatan ini juga sering digunakan untuk mengobati depresi : clomipramine, fluoxetine, sertraline, paroxetine dan fluvoxamine. Obat ini dapat menyebabkan efek samping seperti mulut kering, mual dan mengantuk. Kadang-kadang mereka juga memiliki efek samping seksual. Mungkin beberapa minggu sebelum Anda melihat peningkatan dalam perilaku Anda.

Di bawah bimbingan seorang terapis yang terlatih, terapi perilaku juga dapat digunakan untuk mengobati OCD. Dalam terapi perilaku, orang menghadapi situasi yang menyebabkan atau memicu obsesi dan kecemasan mereka. Kemudian mereka didorong untuk tidak melakukan ritual yang biasanya membantu mengendalikan perasaan gugup mereka. Misalnya, seseorang yang terobsesi dengan kuman mungkin didorong untuk menggunakan toilet umum dan mencuci tangan nya hanya sekali. Untuk menggunakan metode ini, orang yang memiliki OCD harus mampu mentolerir tingkat kecemasan tinggi yang dapat hasil dari pengalaman.

Komplikasi

Orang yang memiliki OCD sering memiliki jenis lain dari kecemasan, seperti fobia (seperti takut laba-laba atau takut terbang) atau serangan panik.

Orang yang memiliki OCD juga mungkin mengalami depresi, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan makan atau gangguan belajar.

Source : https://familydoctor.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s