Okupasi Terapis dan Gangguan Aktifitas Seksual Individu Dengan Gangguan Stroke

Stroke adalah gangguan disfungsi kompleks yang disebabkan oleh adanya lesi pada otak, World Health Organization mendefinisikan stroke sebagai gangguan neurologis akut yang melibatkan gangguan pada pembuluh darah atau sistem peredaran darah yang menyebabkan gejala dan tanda tanda kerusakan pada area otak yang bersangkutan, stroke dapat mengakibatkan disfungsi pada upper motor neuron  yang dinamakan hemiplegia atau paralisis yang mengakibatkan kelemahan pada salah satu sisi tubuh diantranya kaki, tangan, otot otot punggung bahkan hingga otot-otot menelan dan mulut tergantung dari lesi otak yang terkena. (Trombly, 2003). Menurut (Rasyid, 2007) stroke sebagai defisit neurologik yang timbul semata-mata karena penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh sebab yang lain.

Apabila tedapat lesi otak pada hemisfer kiri maka akan mengakibatkan hemiplegi pada ekstermitas kanan, sebaliknya apabila terdapat lesi otak pada hemisfer kanan, maka akan mengakibatkan hemiplegi pada ekstermitas kiri. Gangguan lain yang merupakan akibat dari serangan stroke diantaranya adalah disfungsi sensori, kognisi, preseptual, pengelihatan, intelektual, gangguan komunikasi dan bahasa.  (Trombly, 2003).

Menurut data statistik Riskesdas 2013 jumlah proporsi penyakit stroke pada usia lebih dari 15 tahun memiliki proporsi terbanyak dibanding penyakit jantung koroner, dan gagal jantung. (Budiman, 2013)

Stroke

 

Stroke mengakibatkan keterbatasan serius pada kemampuan untuk mengaktifkan, menggunakan, dan mengembalikan sumber daya fisiologis dan psikososial, sehingga meningkatkan ketidakseimbangan yang menyebabkan kelelahan subjektif (Michael, 2005). Kelelahan memiliki pengaruh yang melemahkan aktifitas ADL dan secara independen terkait dengan kualitas hidup terkait kesehatan. (Flinnand, 2007)

ADL dianggap sebagai ukuran status fungsional utama dalam rehabilitasi stroke karena objektivitas, kesederhanaan, dan relevansi relatif mereka terhadap pasien (Duncan, 2000). ADL meliputi pemberian makan, perawatan, tata rias, mandi, toilet, dan transfer, sementara aktivitas instrumental kehidupan sehari-hari (IADL) terdiri dari kemampuan, fungsi tangan, dan partisipasi sosial (Roth, 2011).

Secara khusus, depresi mood dianggap sebagai prediktor kuat QoL pada penderita stroke (King, 1996.). Selain itu, PSD (Post Stroke Deprresion) dikaitkan dengan peningkatan kecacatan) (Pohjasvaara, 2001), peningkatan gangguan kognitif (Kauhanen, 1999), peningkatan angka kematian (Williams, 2004), meningkatkan risiko terjatuh (Jorgensen, 2002) dan, akhirnya, dengan hasil rehabilitasi yang lebih buruk (Gillen, 2001).  Menurut (Kneebone, 2012 ) stroke dapat mengakibatkan gangguan emosi dan prilaku, juga mengatakan bahwa depresi terjadi sekitar 30% penderita stroke, Masalah emosional yang bisa terjadi setelah stroke diantaranya adalah depresi dan kecemasan ketidakstabilan emosional yang disebut catastrophic reaction yang memicu kemarahan, frustrasi dan apatis.

Depresi pasca stroke sangat umum terjadi dan efek kelelahan pasca stroke serta depresi pada pemulihan fungsional setelah stroke telah banyak didokumentasikan dalam literatur. Pasien stroke yang mengalami depresi memiliki presentase 30% daripada pasien yang tidak tidak mengalami depresi untuk mencapai ADL, dan 40% memiliki kemandirian dalam tiga atau lebih aktifitas IADL (Lai, 2002). Depresi poststroke dan tingkat keparahan stroke adalah salah satu variabel lain yang dapat diprediksi selain kemandirian fungsional penderita stroke saat tidak berada di lingkungan rumah sakit  (Ostwald, 2008). (Nannetti, 2005) mengamati bahwa depresi pasca stroke memiliki dampak negatif pada proses pemulihan fungsional setelah dikeluarkan tetapi tidak selama rawat inap. Menurut (Paradiso, 1998) depresi poststroke pada pria dikaitkan dengan penurunan yang lebih besar pada ADL .

Sebagian besar penelitian di atas menunjukkan bahwa gejala depresi dapat secara signifikan mempengaruhi kemandirian fungsional ADL pada pria dan wanita. Kelelahan pasca stroke (fatigue) atau depresi pasca stroke dapat berdampak besar pada kemampuan fungsional (Lindeman, 2007).

Aktivitas seksual merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari (activity daily living) seseorang dan merupakan aspek penting untuk meningkatkan kepercayaan diri (self esteem), konsep diri, dan pengalaman manusia. (Tipton, 2013). Studi observasional telah menemukan bahwa ketidakpuasan seksual merupakan gejala post stroke (Bray, 1991). Aktivitas seksual merupakan bagian dari aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) yang dinilai oleh profesi terapi okupasi dan termasuk kedalam Occupational Therapy Practice Framework (American Occupational Therapy Association, 2014). Aktivitas seksual didefinisikan dalam kerangka kerja sebagai “sebuah aktifitas yang menghasilkan kepuasan seksual dan / atau memenuhi kebutuhan relasional atau reproduksi) (American Occupational Therapy Association, 2014). Definisi ini mencakup pendekatan holistik yang harus dilakukan oleh terapis terhadap intervensi ADL aktivitas seksual (Sakellariou, 2006), karena meningkatkan kepuasan terhadap aktivitas seksual merupakan faktor penting untuk mempertahankan quality of life bagi orang-orang penyandang disabilitas (Turner, 2015)

8836981_orig.jpg
Aktifitas seksual merupakan bagian dari aktifitas kehidupan sehari hari yang harus terpenuhi bagi setiap individu, penanganan pada area seksual masih belum banyak diteliti dan cenderung terabaikan dari intervensi Okupasi Terapis, padahal nyatanya indivudu dengan defisit neurologis banyak mengeluhkan adanya perubahan aktifitas seksual setelah sakit.

Terapis okupasi memiliki peran dalam menangani aktivitas seksual dalam intervensi untuk orang-orang penyandang cacat. Penelitian menunjukkan bahwa individu penyandang cacat mengungkapkan kekhawatiran tentang aktivitas seksual (Shuttleworth, 2012), misalnya, menunjukkan bahwa orang yang hidup dengan gangguan neuromuskular, merasa tidak puas dengan perawatan medis saat ini sehubungan dengan aktivitas seksual, karena kebutuhan seksual mereka sering terbengkalai dalam proses rehabilitasi. Dengan demikian, sangat penting bagi ahli terapi okupasi untuk menangani ADL terkaitaktivitas seksual selama praktik klinis. Meskipun Terapis okupasi menyadari bahwa aktivitas seksual merupakan area perhatian yang penting kurang diberi perhatian dan penanganan (Hattjar, 2008)

Gagal menangani aktivitas seksual dapat memengaruhi intervensi terapi okupasi dan menyebabkan hasil terapi yang tidak maksimal (Sakellariou, 2006) Pengecualian aktivitas seksual dalam praktik mungkin disebabkan oleh hambatan seperti ketidaknyamanan (Jones, 2005), pendapat mengenai relevansi aktivitas seksual (Sakellariou, 2006) dan kurangnya sumber daya dan pelatihan formal (Neistadt, 1986). Selain itu, (Couldrick, 1998) menemukan bahwa banyak okupasi terapis tidak menangani aktivitas seksual karena kurangnya pendidikan formal.

Penyakit neurologis sering menentukan kelainan fungsi seksual ; Pasien cedera tulang belakang, misalnya, telah dipelajari secara ekstensif berhubungan dengan masalah ini. (Eisenberg, 1978) Studi neurologis dan klinis telah menjelaskan hubungan antara korteks serebral dan berbagai aspek seksualitas (Rosenblum, 1974) ; Dampak penyakit otak terhadap perilaku seksual telah dievaluasi oleh beberapa penulis, terutama yang berkaitan dengan kecelakaan serebrovaskular (CVA). Sebagian besar penelitian setuju bahwa ada penurunan aktivitas seksual dan libido secara umum pada kedua jenis kelamin setelah stroke. (Kalliomlki, 1961)

Tidak mengherankan, selain fitur klinis, faktor psikologis nampaknya penting dalam menentukan perubahan dalam kehidupan seksual setelah stroke (Boldrini, 1991)

Menurut (Boldrini, 1991) baik laki laki atau perempuan melaporkan penurunan aktivitas seksual. Kegiatan foreplay kurang memuaskan dan mengakibatkan penurunan kepuasan. Yang dirasakan oleh pasangan mereka sering mengalami peningkatan kecemasan atau mudah tersinggung dan mood yang tertekan. Perubahan keseluruhan dalam kehidupan seksual mereka serupa dengan yang diungkapkan oleh pasien; mereka selalu melaporkan perubahan negatif, seringkali berkaitan dengan kekhawatiran bahwa aktivitas seksual bisa berbahaya bagi pasangan.

 

References

 

American Occupational Therapy Association. (2014). Occupational therapy practice framework: Domain and process (3rd ed.), American Journal of Occupational Therapy, 68(Suppl. 1), S1-S48. https://doi.org/10.5014/ajot.2014.68s1.

Badaru. (2013). Variation in Functional Independence among Stroke SurvivorsHaving Fatigue and Depression, Hindawi Publishing Corporation Neurology Research International Volume 2013, Article ID 842980, 6 pageshttp://dx.doi.org/10.1155/2013/842980.

Benjamin. (2015). Stroke-associated differences in rates of activity of daily living loss emerge years before stroke onset, J Am Geriatr Soc 2013 June ; 61(6): 931–938.

Boldrini. (1991). Sexual Changes in Hemiparetic Patients , rch Phys Med Rehabil 1991;72:202-7. .

Bray. (1991). Sexual change in hemiparetic patient, Arch Phys Med Rehabili 1991 72:207-7.

Brock. (2002). Evaluating the effectiveness of stroke rehabilitation: choosing a discriminative measure, Arch Phys Med Rehabil 83: 92-99.

Brown. (1997). Psychometric properties of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) in clinical samples, Behav Res Ther 35(1): 79-89. .

Budiman. (2013). Riskesdas dalam Angka Provinsi DKI Jakarta 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Cavanagh. (2000). Stroke-specific FIM models in an urban population, J Neurosci Nurs 32(1): 17-21. Find it on PubMed.

Chemerinski. (2001). Improved recovery in activities of daily living associated with remission of poststroke depression, Stroke, 32:113–17.

Couldrick. (1998). Sexual issues within occupational therapy, Part I: Attitudes and practice, British Journal of Occupational Therapy, 61(12), 548-543. http://dx.doi.org/10.1177/030802269806101201 .

Duncan. (2000). Outcome measures in acute stroke trials: a systematic review and some recommendations to improve practice, Stroke, vol. 31, no. 6, pp. 1429–1438, 2000.

Edmed. (2012). Depression, anxiety, and stress as predictors of postconcussion-like symptoms in a non-clinical sample, Psychiatry Res 200(1): 41-45.

Eisenberg. (1978). Sex and disability: a selected bibliography, Rehabil Psycho1 1978;25:59-113. .

Flinnand. (2007). Post-stroke fatigue: qualitative study of three focus groups, OccupationalTherapy International, vol. 17, no. 2, pp. 81–91, 2010.

Gallo. (2001). Handbook Of Geriatrics Assesmenet. Gaithesrbug: Aspen.

Gillen. (2001). Depressive symptoms and history of depression predict rehabilitation effi ciency in stroke patients, Arch Phys Med Rehabil, 82:1645–9.

Hattjar. (2008). Addressing sexuality with adult clients with chronic disabilities:Occupational therapy’s role., OT Practice, 13(11), CE1-CE8. .

Hobart. (2001). Evidence-based measurement: which disability scale for neurologic rehabilitation?, Neurology 57(11524472): 639-644.

Hsueh. (n.d.). 2002. Comparison of the psychometric characteristics of the functional independence measure, 5 item Barthel index, and 10 item Barthel index in patients with stroke.” Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry 73(2): 188-190.

Jones. (2005). Survey of occupational therapy students’ attitudes toward sexual issues in clinical practice, Occupational Therapy International, 12(2), 95-106. http://dx.doi.org/10.1002/oti.18 .

Jones. (2005). Survey of occupational therapy students’ attitudes toward sexual issues in clinical practice, Occupational Therapy International, 12(2), 95-106. http://dx.doi.org/10.1002/oti.18.

Jorgensen. (2002). Higher incidence of falls in long-term stroke survivors than in population controls: depressive symptoms predict falls after stroke, Stroke, 33:542–7.

Kalliomlki. (1961). Sexual behavior after cerebral vascular accident: study of patients below age 60 years, Fertil Steril 1961;12:156-58. .

Kane. (1994). Instability and Falls. New York: Mc Graw Hill.

Kauhanen. (1999). Poststroke depression correlates with cognitive impairment and neurological defi cits, Stroke, 30:1875–80.

King. (1996.). Quality of life after stroke, Stroke, 27:1467–72.

Kneebone. (2012 ). Psychological Problems after Stroke and Their Management: State of Knowledge, Neuroscience & Medicine ,3, 83-89 .

Kohler. (2009). Agreement of functional independence measure item scores in patients transferred from one rehabilitation setting to another, Eur J Phys Rehabil Med 45(4): 479-485. .

Kreuter. (1998). Sexual adjustment and its predictors after traumatic brain injury, 12(5), 349-368.

Lai. (2002). Depressive symptoms and independence in BADL and IADL,” Journal of Rehabilitation Research andDevelopment, ol. 39,no. 5, pp. 589– 596, 2002.

Lindeman. (2007). Is fatigue an independent factor associated with activities of daily living, instrumental activities of daily living and health-related quality of life in chronic stroke?” Cerebrovascular Diseases, vol. 23, no. 1, pp. 40– 45, 2007.

Lovibond. (1996). Manual for the depression anxiety stress scales, Psychology Foundation of Australia. Maher-Edwards, L., Fernie, B. A., et al. (2011). “Metacognitions and negative emotions as predictors of symptom severity in chronic fatigue syndrome, J Psychosom Res 70(4): 311-317.

Michael. (2005). Fatigue after stroke: relationship to mobility, fitness, ambulatory activity, social support, and falls efficacy, Rehabilitation Nursing, vol. 31, no. 5, pp. 210–217, 2006.

Nannetti. (2005). Motor and functional recovery in patients with post-stroke depression,” Disability and Rehabilitation, Disability and Rehabilitation, vol. 27, no. 4, pp. 170– 175, 2005.

National Stroke Foundation. (2010). Clinical Gideliness For Stroke Management. Australia: National Health and Medicine Research Council.

Neau. (1998). Functional recovery and social outcome after cerebral infarction in young adults, Cerebrovasc Dis, 8:296–302.

Neistadt. (1986). Sexuality counseling for adults with disabilities: A module for an occupational therapy curriculum, American Journal of Occupational Therapy, 40(8), 542-545.

Nurdini. (2006). “CROSS-SECTIONAL VS LONGITUDINAL”: PILIHAN RANCANGAN WAKTU DALAM PENELITIAN PERUMAHAN PERMUKIMAN , DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 1, Juli 2006: 52 – 58 .

Osman. (2012). The Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21): further examination of dimensions, scale reliability, and correlates, J Clin Psychol 68(12): 1322-1338.

Ostwald. (2008). Predictors of functional independence and stress level of stroke survivors at discharge from inpatient rehabilitation,” Journal of Cardiovascular Nursing, vol. 23, no. 4, pp. 371–377, 2008.

Paradiso. (1998). Gender differences in poststroke depression, Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences, vol. 10, no. 1, pp. 41–47, 1998.

Pohjasvaara. (2001). Depression is an independent predictor of poor long-term functional outcome post-stroke, Eur J Neurol, 8:315–19.

Pollak. (1996). Reliability and validity of the FIM for persons aged 80 years and above from a multilevel continuing care retirement community, Arch Phys Med Rehabil 77(10): 1056-1061.

Poyter. (2009). Sex difference in the prevalance of stroke deppresion : a systematic review , Psychosomatic 50(6) 563-9.

Raju. (2010). sychosocial problems, quality of life, and functional independence among Indian stroke survivors, Stroke, vol. 41, no. 12, pp. 2932–2937, 2010.

Rasyid. (2007). Unit Stroke Manajemen Stroke Secara Komperhensif . Jakarta: Balai Penerit FK UI.

Rehabilitation Measures Database. (n.d.). Rehabilitation Measures Database. Retrieved May 2, 2017, from Rehabilitation Measures Database: http://www.rehabmeasures.org/lists/rehabmeasures/dispform.aspx?id=889

Rosenblum. (1974). Human sexuality and the cerebral cortex, Dis Nerv Syst 1974;35:268-71.

Roth. (2011). Race and gender differences in 1-year outcomes for community-dwelling stroke survivors with family caregivers, Stroke, vol. 42, no. 3, pp. 626– 631, 2011.

Sakellariou. (2006). exuality and occupational therapy: Exploring the link., British Journal of Occupational Therapy 9(8), 350-356. http://dx.doi.org/10.1177/030802260606900802.

Shklovski. (2004). The Internet and Social Participation: Contrasting Cross-Sectional and Longitudinal Analysis, Journal of Computer-Mediated Communication Vol. 10, No. 1. 2004.

Shuttleworth. (2012). dctors and sexuality: Do healthcare providers influence the sexual wellbeing of people living with a neuromuscular disorder?, Sexuality and Disability, 30(2), 171-185. http:// x.doi.org/10.1007/s11195-011-235-3.

Siösteen. (1990). Sexual ability, activity, attitudes, and satisfaction as part of adjustment in spinal cord-injured subjects, Paraplegia, 28(5), 285-95.

Surabayata. (2008). Metodologi Penelitian. Raja Grafindo Persada.

Szabo. (2010). The short version of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21): factor structure in a young adolescent sample, J Adolesc 33(1): 1-8.

Taylor. (2005). The utility of somatic items in the assessment of depression in patients with chronic pain: a comparison of the Zung Self-Rating Depression Scale and the Depression Anxiety Stress Scales in chronic pain and clinical and community samples, Clin J Pain 21(1): 91-100.

Tipton. (2013). Pedretti’s occupational therapy: Practice skills for physical dysfunction (7th ed). MO: pp. 295-312). St. Louis, MO: Elsevier. .

Trombly, C. A. (2003). Occupational Therapy For Phsyical Dysfunction : Third Edition. Williams & Wilkins: United State of America.

Tur. (2003). Rehabilitation outcome of Turkish stroke patients: in a team approach setting, Int J Rehabil Res 26(4): 271-277.

Turner. (2015). Sexual behavior and its correlates after traumatic brain injury, Current Opinion in Psychiatry, 28, 180- 187. http://dx.doi.org/10.1097/YCO.0000000000000144 .

Valko. (2008). Validation of the fatigue severity scale in a Swiss cohort, Sleep, vol. 31, no. 11, pp. 1601–1607, 2008.

Williams. (2004). Depression and other mental health diagnoses increase mortality risk after ischemic stroke, Am J Psychiatry, 161:1090–5.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s