Dealing With Delayed Speech : OT & Speech Therapist Perception

Author : SEBAT – OT

Pict Image : http://1.bp.blogspot.com

Mungkin rekan – rekan satu profesi pasti menyadari bahwa terapi wicara dan terapi okupasi mengalami tumpang tindih di banyak bidang, misalnya menyangkut pemberian makan (feeding), menelan (swallowing), kognisi, postur tubuh, kesadaran (awareness), dan lain-lain. Di Indonesia, penanganan terapi  pada area pediatri cenderung membagi anak menjadi beberapa bagian : Fisoterapi (physical therapist) yang memberikan penanganan pada tubuh bagian bawah, terapi okupasi menangani bagian tubuh bagian atas dan terapi wicara yang mengobati gangguan pada area oral (tenggorokan, lidah, bibir, rahang).

Ah klise bukan?

Padahal sebenarnya keterkaitan antar profesi tersebut sangat memengaruhi hasil akhir dari proses terapi dan tujuan yang akan dicapai (goals). Menurut Jessica Hunt setiap bagian tubuh memengaruhi bagian tubuh lainnya, dan menurutnya “the association between speech and language skills and occupational therapy is a perfect example of this interrelatedness”.  Sebenarnya okupasi menawarkan banyak hal yang dapat dilakukan untuk penanganan pada anak berkebutuhan khusus contohnya anak dengan gangguan wicara dan bahasa, area yang berpengaruh pada perkembangan wicara dan bahasa salah satunya adalah fungsi proprioceptive (sense of body position) dan vestibular (balance).

Integrasi sensori merupakan sebuah modalitas Okupasi Terapis yang dapat diberikan pada anak dengan gangguan wicara dan bahasa yang berkaian dengan bagaimana anak mampu mengambil dan memproses informasi dari lingkungan kemudian merespon dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut. Fungsi komunikasi merupakan fungsi tinggi (high level function) yang didapatkan anak melalui kematangan perkembangan sensori, ingat segitiga perkembangan yang berkaitan dengan kerangka Sensori Integrasi?

Central-Nervous-System
blog.wevr.com

Pengalaman indera awal (early sensory experiences) membantu membentuk kemampuan motorik kita dan bagaimana kita merespons lingkungan kita.  Masukan yang kita terima di awal kehidupan sangat penting. Pada bayi, hubungan antara tangan dan mulut adalah salah satu hal pertama dapat kita pelajari.  Bayi kemudian mengembangkan refleks motor lisan seperti rooting dan sucking dan akhirnya mulai dapat meregulasi diri. Ketika  kita melihat bayi menangis dan diam setelah kebutuhan mereka terpenuhi, inilah perkembangan interaksi awal yang disebut komunikasi.

Sistem vestibular menerima informasi dari telinga dalam, yang bergerak dalam dua arah : Menuju koklea dan sistem visual kemudian sampai pada sistem proprioseptif dan taktil. Masukan ini membantu menjaga keseimbangan, mempengaruhi kemampuan kita untuk duduk diam, dan mengendalikan gerakan mata. Sistem vestibular mengkoordinasikan dan mengendalikan gerakan kita, memberitahu tubuh kita saat kita bergerak, seberapa cepat atau lambatnya kita bergerak, dan saat kita berhenti dan mulai bergerak. Demikian pula, produksi verbal/suara melibatkan pengendalian motorik (motor control) dan motor planning motorik halus.

Sistem vestibular berkaitan erat dengan sistem pendengaran; keduanya menerima informasi dari reseptor di telinga. Saat suara melewati telinganya, maka akan menghasilkan getaran. Getaran akan menghasilkan gerakan tubuh/ respon tubuh. Jika tubuh anak-anak mencoba memahami gerakan tersebut, maka anak juga mencoba untuk memahami bagaimana cara memproses suara.

Sambungan saraf di telinga bagian dalam juga memainkan peran penting dalam koordinasi bicara. Ada empat saraf kranial utama yang melewati telinga bagian dalam. Saraf trigeminal (V), wajah (VII) dan glossopharyngeal (IX) menginervasi permukaan wajah dan mulut. Jika sistem vestibular mengalami over atau underresponsive masukan yang diterima saraf ini akan terganggu, dan mempengaruhi informasi yang diterima otot mulut dan mata.

Sistem proprioseptif  “Sense of position”  merupakan “unconscious awareness of sensation” yang melibatkan persendian, otot, tendon, dan ligamen kita. Jika seorang anak memiliki kesadaran yang buruk di seluruh tubuh mereka karena pemrosesan proprioseptif yang buruk atau low tone, maka anak akan jauh lebih sulit untuk mengkoordinasikan otot mulut mereka juga. Untuk berkomunikasi secara efektif, seorang anak perlu mampu menjaga kontrol tubuh mereka, dan memahami di mana tubuh mereka berada dalam ruang. Kontrol postural juga diatur oleh informasi yang diberikan sistem vestibular dan proprioseptif ke otot kita. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk menggunakan otot pendukung nafas mereka saat berbicara.

Koordinasi sistem vestibular, visual, dan pendengaran menghasilkan pemahaman mengenai ruang dan waktu. OT menggunakan kemampuan ini untuk dengan harapan anak mampu menggunakan keterampilan komunikasi tingkat tinggi ; structure, sequencing, timing, dan turn-taking in conversation. Begitu kita bisa berhubungan dengan ruang di sekitar dan di dalam diri kita, kita bisa mulai memahami dunia di luar.

Terapi Okupasi dan Terapi Wicara sangat berhubungan erat. Keterampilan yang berkembang dalam sistem vestibular dan proprioseptif yang berfungsi dengan benar berhubungan langsung dengan fungsi berbicara dan bahasa dalam banyak hal, termasuk gerakan motorik halus, koordinasi dan perencanaan motorik, pemrosesan bunyi, kontrol postural, penyelarasan tubuh, dan pernafas suara.

Keterbukaan dan kerjasama dalam ilmu pengetahuan antara okupasi terapi dan terapi wicara sendiri merupakan bentuk hubungan profesi yang masih kurang bersinergi di Indonesia, kami sangat mengharapkan hubungan antar profesi yang saling memengaruhi dalam kebaikan sehingga tercipta lingkungan kerja yang sinergis dan saling menginspirasi untuk kemajuan orang – orang  dengan keterbatasan dan kebutuhan khusus di Indonesia.

Citation : Jessica Hunt on http://www.pediastaff.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s