Dealing With Temper Tantrum Children

Author : SEBAT OT

Pict : http://www.parentsandco.co.uk

Sebagai seorang Okupasi Terapis kadang anda sering menghadapi anak yang tiba- tiba menjerit, menangis, memukul, merengek, mengeluh, atau mencoba melarikan diri dari tugas. Gejala tersebut dinamakan tamper tantrum dan biasanya terjadi pada anak – anak usia 18 bulan hingga 4 tahun.

Anak-anak sering menggunakan amarah untuk mengungkapkan rasa frustrasi (misalnya, ketika mencoba menggunakan mainan yang membutuhkan keterampilan motorik halus di luar tingkat perkembangan mereka saat ini), meminta perhatian, meminta barang yang ingin dia mau (seperti anak yang mengamuk di toko makanan untuk mendapatkan sekantong permen), atau untuk melarikan diri atau menghindari dari aktivitas yang tidak diinginkan.

Tidak jarang gejala tamper tantur terjadi pada anak – anak yang telah verbal, mereka mungkin dapat mengungkapkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan jelas (misalnya, ” Aku butuh bantuan untuk melepas sepatuku “), tapi mereka masih saja mengamuk karena tau bahwa amukan itu adalah cara yang efektif dan efisien untuk mendapatkan pertolongan, perhatian, dan menunda atau menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan.

Amukan pertama dapat terjadi sekitar usia 12-15 bulan saat anak balita menjadi lebih mobile, mampu mengenali keberadaan benda yang ada di depan penglihatan mereka. Biasanya amukan pada usia ini melibatkan barang-barang yang nyata (seperti akses ke makanan, dan mainan) dan biasanya berbentuk tangisan keras, perilaku fisik yang resisten (menjatuhkan diri ke lantai).

Tantrum biasanya memuncak antara usia 18-36 bulan. Beberapa anak mengamuk hanya dalam waktu singkat (10-15 detik), sementara beberapa lainnya terus berlanjut selama satu atau dua jam. Prilaku tantrum yang muncul pada usia ini biasanya menjatuhkan diri ke lantai, menggigit diri, menahan nafas).

Setelah usia 3 tahun, dan keterampilan bahasa mulai  berkembang, banyak anak masih sering terlihat mengamuk. Hal tersebut mungkin terjadi jika anak-anak mengetahui bahwa amukan adalah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan atau menghindari apa yang tidak mereka inginkan.

 

Menangani Masalah Tantrum

1. Jadwal dan Rutinitas

Salah satu cara paling mendasar untuk mencegah amukan adalah membuat jadwal dan rutinitas untuk diikuti anak-anak.

2. Anjuran dan Transisi

Ketika anak-anak diminta untuk berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, teknik yang sangat efektif adalah memberi pengingat tentang perubahan yang akan datang. Misalnya, Anda bisa memberi tahu anak Anda, ” Saat kartun ini selesai, adek harus mandi ya. ‘

3. Keterampilan

Bila Anda mendapati anak-anak mengamuk karena kekurangan keterampilan tertentu, Anda bisa mengajari mereka keterampilan yang mereka butuhkan. Misalnya, anak yang mencoba memainkan puzzle tidak dapat melakukannya mulai menjerit dan menangis.

Dalam kasus ini, anak tidak memiliki dua keterampilan: puzzle assembling, dan cara meminta bantuan. Situasi seperti ini biasanya mengakibatkan anak mengamuk.

4. Berikan tugas yang berarti

Mungkin salah satu strategi yang paling efektif adalah memberi anak-anak tugas yang bermakna dan tepat yang menantang untuk dilakukan sebagai lawan tanpa henti tugas yang berulang dan tidak menantang

5. Coping Skills

Strategi lain yang akan membantu mengurangi amukan adalah langsung mengajari anak bagaimana mengatasi frustrasi (yaitu, apa yang harus dilakukan saat mereka merasa frustrasi)

6. Memberikan pilihan dan penguatan.

Dua strategi tambahan yang akan berguna termasuk memberi pilihan pada anak-anak di antara dua kegiatan yang sama-sama dapat dilakukan. Anak-anak yang diberi pilihan cenderung tidak mengamuk karena mereka terlibat dalam aktivitas yang telah mereka pilih. Selain itu, mereka belajar keterampilan membuat keputusan.

Strategit tambahan untuk menangani masalah tantrum pada anak adalah

1. Ignoring Behavior

Jika seorang anak dalam keadaan mengamuk, kita dapat mengabaikan tingkah lakunya untuk sementara tidak membiarkan anak memperoleh sesuatu yang mungkin dia cari atau dapatkan dari apapun yang dia inginkan.

2. Brief Time-Out

Prosedur time-out dapat dilakukan untuk menanganai masalah tantrum. Begitu amarah dimulai, beritahu anak untuk, ” Tidak (menangis, merengek, menjerit, menendang). Waktu habis! pindahkan anak ke lokasi time-out (area tanpa kesempatan untuk mendapat perhatian atau kesenangan) tanpa penjelasan lebih lanjut dan tidak ada interaksi selama keseluruhan jangka time-out. Setelah anak tersebut diam sekitar 10-15 detik, katakan, ” kamu sudah diam sekarang, waktu time out sudah habis ayo kembali lagi”.

 

Citation: Steuart W. Temper Tantrums: Guidelines for Parents and Teachers. National Association of School Psychologists. Bethesda, MD 20814—(301) 657-0270

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s