Sensory Processing Disorder

Author : SEBAT – OT

Pict Source : https://www.freshtilledsoil.com/sensory/

Sensory processing adalah istilah yang menggambarkan bagaimana sistem saraf menerima pesan dari indera, dan mengubahnya menjadi respons motor dan perilaku yang tepat (Sensory processing disorder foundation, 2014).

Sensory Processing Disorder (SPD) adalah kondisi dimana sinyal sensorik tidak diatur sesuai respons yang tepat  (Sensory processing disorder foundation, 2014).

1. Diagnosa Sensory Processing Disorder

Evaluasi seorang Okupasi Terapis dalam melakukan diagnosa gangguan SPD meliputi : evaluasi  pengelihatan (vision), pendengaran (auditory), pengecap (gustatory), tactile, olfactory, proprioception, dan vestibular (Lonkar & Heather, 2014).

A. Sensory Modulation Disorder

Sensory Modulation Disorder (SMD) menurut (Miller, 2006) merupakan masalah kronis dan berat yang mengubah informasi sensorik menjadi perilaku yang sesuai dengan sifat dan intensitas pesan . Seperti yang Miller jelaskan, anak-anak dengan SMD mungkin terlalu responsif (over-respon), atau kurang merespons (under respon) terhadap rangsangan di lingkungan.

B. Sensory Over-Responsivity

Sensory over responsivity (SOR) atau sensory defensiveness, mengacu pada saat seorang anak merespons pesan sensorik lebih intens, lebih cepat, dan / atau dalam waktu yang lebih lama daripada anak dengan responsivitas sensorik normal (Miller, 2006).

Beberapa gejalan umum pada anak dengan Sensory Over Responsivity (Miller, 2006):

  • Intoleransi tekstur (pakaian wol, bulu binatang, selimut bertekstur)
  • Intoleransi lumpur atau lem pada tangan
  • Tekstur makanan
  • Senang bermain ayunan
  • Lampu terang atau sinar matahari
  • Tidak mudah bernafas, rewel, murung
  • Sering menghindari aktivitas kelompok dan mengalami kesulitan dalam membentuk hubungan
  • Kesal karena transisi dan perubahan yang tak terduga

C. Sensory Under Responsivity

Anak-anak dengan Sensory Under Responsivity kurang respons terhadap informasi sensorik daripada dan biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bereaksi dan / atau memerlukan pesan sensoris yang relatif intens atau tahan lama sebelum mereka akhirnya dapat merespon stimulus tersebut  (Miller, 2006).

Beberapa prilaku umum pada anak dengan Sensory Over Responsivity (Miller, 2006) :

  • Tidak merespon saat di sentuh oranglain
  • Tidak menyadari dan membutuhkan aktifitas seperti toileting
  • Pasif, tenang
  • Mudah tersesat di dunia fantasinya sendiri
  • Apatis dan mudah lelah
  • Lambat menyelesaikan tugas

D. Sensory Craving

Sensory Craving mengacu pada saat seorang anak tidak bisa mendapatkan sensasi yang cukup di lingkungan mereka. Anak akan cenderung memiliki keinginan yang kurang memuaskan pada pengalaman indrawi dan secara aktif mencari sensasi,  seringkali dengan cara yang tidak dapat diterima secara sosial (Miller, 2006).

Beberapa prilaku umum pada anak dengan Sensory Craving (Miller, 2006) :

  • Risiko berlebihan saat bermain; memanjat tinggi ke pohon, melompat dari tempat tinggi
  • Suka memainkan musik dan televisi dengan volume sangat tinggi
  • Sering menjilat, mengunyah makanan non-makanan seperti rambut, pensil, pakaian
  • Marah atau saat mereka diminta duduk diam atau menghentikan apa yang sedang mereka lakukan
  • Sulit untuk tenang

2. Sensory Based Motor Disfunction

Sensory-Based Motor Disorder (SBMD),  menggambarkan disfungsi yang terjadi ketika indra proprioseptif dan vestibular yang memungkinkan tubuh kita bergerak dan merasakan posisi tubuh kita terganggu (Miller, 2006)

Anak-anak dengan SBMD mengalami masalah dengan menstabilkan, memindahkan, atau melakukan gerakan (Miller, 2006). SBMD dikategorikan dalam dua subtipe, Dispraksia dan Disorder Postural.

A. Dispraksia

Anak-anak dengan dyspraxia mengalami kesulitan menerjemahkan informasi sensorik ke gerakan fisik, gerakan asing, atau gerakan dengan banyak langkah,  (Miller, 2006). Gejala dyspraxia dapat terlihat dari keterampilan motorik anak-anak, kemampuan motorik halus (gerakan kecil jari dan tangan), atau kemampuan motorik oral (gerakan mulut), atau kombinasi dari hal-hal ini.

Seorang anak dengan dispraxia motorik halus, mulai menunjukkan gejala sekitar usia sekitar dua belas bulan. Tanda-tanda dapat terlihat meliputi kesulitan meraih mainan, atau memegang / melepaskan benda-benda kecil.

B. Postural Control

Subtipe kedua SBMD adalah gangguan postural, yang merupakan ketidakmampuan seorang anak untuk mempertahankan fleksi otot fleksi / ekstensi yang dibutuhkan untuk aktivitas tertentu.

Gejala umum dan perilaku gangguan postural tercantum di bawah ini menurut (Miller, 2006)B.

  • Kelemahan otot
  • Memiliki keseimbangan yang buruk dan mudah jatuh, bahkan saat duduk.
  • Kurangnya motivasi
  • Lelah dan sering bosan
  • Kesulitan memegang mainan/objek

 

3. Sensory Discrimination Disorder

Sensory Discrimination Disorder (SDD adalah kemampuan untuk menafsirkan dan membedakan pesan dalam indra (Miller, 2006).

Anak-anak dengan SDD sering membutuhkan waktu ekstra untuk memproses informasi sensorik karena mereka sulit mengetahui apa yang mereka anggap cepat dan alami seperti yang dilakukan anak-anak lain (Miller, 2006)

Prilaku yang ditunjukan anak dengan SDD menurut (Miller, 2006)

  • Membedakan dengan tepat apa yang menyentuh mereka
  • Mengidentifikasi dan membedakan antara suara yang berbeda
  • Kesulitan mengikuti petunjuk
  • Pengulangan instruksi untuk memahami sesuatu

Pustaka

Lonkar, & Heather. (2014). An Overview of Sensory Processing Disorde. Honors Theses. Paper 2444.

Miller. (2006). Sensational kids: Hope and help for children with sensory processing disorder. New York: the Penguin Group.

Sensory processing disorder foundation . (2014, January 24). Retrieved from http:// www.spdfoundation.net/index.htm

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s