Okupasi Terapi Berbasis Sekolah, Dreaming or Realistic?

Sebagaimana yang kita tahu bahwa Okupasi Terapi adalah profesi kesehatan yang membantu individu untuk dapat mandiri melakukan aktifitas atau berpartisipasi dalam kegiatan spesifik pada kehidupan sehari-hari.

Okupasi pada anak meliputi beberapa aspek penting, dan bersekolah merupakan salah satu okupasi/tugas anak pada usia sekolah & pra sekolah. Dalam hal ini seorang Okupasi Terapis dapat berperan membantu siswa (klien okupasi) agar dapat berpartisipasi dalam keseluruhan kegiatan sekolah mulai dari memperhatikan penjelasan guru, berkonsentrasi pada tugas-tugas harian sekolah ; memegang pensil, memainkan alat musik, membaca buku pelajaran , mengerjakan tugas , atau hanya sekedar mengarahkan agar dapat berperilaku dengan baik dan benar selama di dalam kelas.

Okupasi terapis dapat membantu siswa melakukan tugas tertentu yang diperlukan untuk partisipasi atau pembelajaran. Hal itu dikarenakan pada prinsipnya “Keseluruhan tujuan dari layanan okupasi terapi berbasis sekolah adalah untuk membantu anak-anak sukses dalam okupasi nya yaitu bersekolah (Leslie Jackson,2007).

Seorang Praktisi okupasi terapis tidak hanya berfokus pada masalah spesifik yang mungkin muncul pada anak, sebaliknya, mereka harus dapat melihat anak secara holistic (client factor, task , & environment, serta keterikatan antar variable), sehingga dengan data tersebut maka akan di desain sebuah rencana tindakan, rekomendasi dan pemecahan masalah agar dapat berkolaborasi dengan lintas disiplin, dan membantu siswa menemukan cara untuk melakukan hal-hal yang mereka butuhkan , dan hal yang ingin mereka lakukan, agar dapat berpartisipasi dalam aktifitas bersekolah. Jadi pada prinsipnya , seorang okupasi terapis harus mengerti bahwa semua anak berhak untuk bisa sukses pada tugas di sekolah , sesuai dengan level dan kemampuannya (Leslie Jackson, 2007).

Biasanya, layanan Okupasi Terapi diberikan kepada siswa dengan disabilitas/keterbatasan. Akan tetapi layanan Okupasi Terapi juga dapat diberikan untuk anak-anak lain yang mengalami masalah tertentu di sekolah. Praktisi Okupasi Terapi juga bekerja untuk memberikan konsultasi kepada para guru tentang bagaimana desain kelas mempengaruhi  mengapa anak-anak tertentu berperilaku tidak pada waktu tertentu, dan mana yang terbaik untuk duduk seorang anak berdasarkan gaya belajar nya atau kebutuhan lainnya. Okupasi Terapi dapat memberikan intervensi berupa pembelajaran keterampilan motorik, proses kognitif, masalah visual atau persepsi, kemudian kesehatan mental, kesulitan fokus disorganisasi, atau masalah dalam pemrosesan sensoris yang menghambat proses belajar/rutinitas kelas.

Staff pengajar bisa merekomendasikan layanan yang terpisah atau juga biasanya layanan ini bisa di desain secara terintegrasi agar anak dapat berpartisipasi lebih baik di dalam rutinitas kelas.  Adanya layanan Okupasi Terapi disekolah dimulai sejak tahun 1975  dalam Individuals with Disabilities Education Act (IDEA), sebagai gagasan awal batu loncatan dari layanan okupasi terapi berbasis sekolah. Undang-undang tersebut menetapkan bahwa siswa penyandang disabiltas pada lembaga pendidikan khusus harus memiliki akses terhadap layanan okupasi terapi jika mereka memerlukannya.

Lalu Pada tahun 2001, Kongres organisasi No Child Left Behind (NCLB) menetapkan Undang-undang yang mewajibkan sekolah untuk memperbaiki prestasi akademik semua siswa, termasuk siswa penyandang disabilitas. Kemudian Pada tahun 2004, organisasi Individuals with Disabilities Education Act (IDEA) memperluas ketersediaan layanan Okupasi Terapi kepada semua siswa, tidak hanya penyandang cacat, untuk berpartisipasi sepenuhnya di sekolah.

Sekilas perkenalan dan ulasan singkat tentang , kerangka kerja sederhana layanan OT berbasis sekolah, kira-kira menurut pendapat mu di indonesia gaimana ya ?

Sejauh mana yang sudah di realisasikan ? seperti apa poin penjelasan OT berbasis sekolah dalam poin aturan profesi/ pemerintah? Atau tidak ada aturan nya tapi tetap dilakukan ? Atau mungkin lain peraturan nya , lain juga praktek nya ?

Atau prakteknya masih di samakan dengan clinical aproach seperti layanan klinik & rumah sakit?h

Sharing yang kamu tau tentang OT berbasis sekolah di link di bawah ini , isi sebebas dan se-kreatif yang kamu mau, Bagi respon/jawaban terbaik akan di hubungi oleh tim SEBATOT dan berhak untuk reward thank you 🙂 silahkan memberi tanggapan anda melaui link berikut ini :

Link

Referensi

  1. Jackson,L (Ed).(2007).Occupational therapy service for children and youth under IDEA (3rd,ed.).
  2. Bethsda,MD; AOTA Press.
    No Child Left Behind Act of 2001 , pub , L 107-110 ,116 stat, 3071
  3. What Parents Need to Know About School-Based Occupational Therapy . (2017, December 19 ). Retrieved from https://www.aota.org/About-Occupational-Therapy/Professionals/CY/Articles/School-consumer.aspx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s