Mengenal Gangguan Low Vision

Low vision menurut Badan Kesehatan Dunia adalah turunnya fungsi penglihatan seseorang secara permanen dan tidak dapat diperbaiki dengan bantuan kacamata/ alat bantu optik standar. Sedangkan menurut Pertuni mendefenisikan low vision berupa “kondisi penglihatan yang masih mengalami kesulitan untuk melihat meskipun sudah menggunakan kacamata ataupun tidak terbantu dengan kacamata (PERTUNI,2004).

Individu dengan low vision memiliki kerusakan penglihatan yang sangat berat, meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi masih mungkin meningkat fungsi penglihatannya menggunakan alat bantu optic, non optic, dengan modifikasi lingkungan dan atau teknik (Dr. Corn, 1983). Namun individu dengan low vision masih mungkin dapat melihat obyek dan benda-benda yang berada pada jarak beberapa inchi atau maksimum pada jarak beberapa kaki (Emirat, Barraga Natalie C).
The International Classification of Disease, 9 th Revision, Clinical Modifiication (ICD-9-CM) membagi low vision atas 5 kategori. sebagai berikut :

Moderate visual impairment. Tajam penglihatan yang paling baik dapat dikoreksi kurang dari 20/60 sampai 20/160.
Severe visual impairment. Tajam penglihatan yang paling baik dapat dikoreksi kurang dari 20/160 sampai 20/400 atau diameter lapang pandangan adalah 20 derajat atau kurang ( diameter terbesar dari isopter Goldmann adalah 1114e, 3/100, objek putih ).
Profound visual impairment. Tajam penglihatan yang paling baik dapat dikoreksi kurang dari 20/400 sampai atau diameter lapang pandangan adalah 100 atau kurang.
Near-total vision loss. Tajam penglihatan yang paling baik dapat dikoreksi 20/1250 atau kurang.
Total blindness. No light perception.

Ciri-ciri umum individu dengan low vision adalah : (a) menulis dan membaca dalam jarak dekat; (b) hanya dapat membaca huruf berukuran besar; (c) sulit membaca tulisan di papan tulis dari jarak jauh; (d) memicingkan mata atau mengerutkan dahi ketika melihat di bawah cahaya yang terang; (e) terlihat tidak menatap lurus ke depan ketika memandang sesuatu; (f) kondisi mata tampak lain, misalnya terlihat berkabut atau berwarna putih pada bagian luar.

Sedangkan deteksi dini pada anak di usia bayi , dapat di perhatikan beberapa tanda penting dari gangguan fungsi mata. Bayi dengan gangguan penglihatan pada usia 3 bulan dapat menunjukkan gejala-gejala berikut ini: (1) Tidak dapat mengikuti objek dengan menggunakan matanya. (2) Tidak dapat awas terhadap gerakan tangan (pada usia 2 bulan). (3) Mengalami kesulitan dalam menggerakkan salah satu atau kedua bola mata ke seluruh arah. (4) Mata sering menjadi juling
Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi dapat menunjukkan gejala-gejala berikut: (1) Salah satu mata atau kedua mata juling hampir setiap saat. (2) Mata menjadi sering berair. (3) Tidak mengikuti objek yang berada pada jarak dekat (kurang lebih jarak 30 cm) atau objek jarak jauh (kurang lebih 2 meter) dengan kedua matanya
Selain tanda- tanda tersebut, anda juga harus memperhatikan beberapa hal penting yang menjadi tanda adanya kelainan pada mata anak yang mungkin dapat mengganggu penglihatannya seperti: (1) Bagian tengah mata yang harusnya berwarna hitam (pupil) ternyata berwarna putih atau ada bayangan putih pada bagian tengah bola mata. (2) Kelopak mata yang tidak terbuka atau setengah terbuka dapat menutupi pandangan bayi. (3) Mata juling, dapat disebabkan oleh ambliopia (mata malas) ataupun adanya kelainan pada otot gerak mata (extraocular muscle).
Low Vision dapat diakibatkan oleh berbagai kelainan yang mempengaruhi mata dan sistim penglihatan seperti; cacat bawaan, kecelakaan, penyakit tertentu (katarak, degenerasi makula, retinopati diabetika, glaukoma, luka pada kornea, terlepasnya retina, atau ketuaan, semuanya dapat mengakibatkan cacat penglihatan).
Kelainan-kelainan ini dapat diklasifikasikan menjadi 4 bagian besar yang dapat membantu dalam memahami kesulitan dan keluhan pasien serta memililih dan mengimplementasikan strategi untuk rehabilitasnya : (1) Penglihatan sentral dan perifer yang kabur atau berkabut, yang khas akibat kekeruhan media (cornea, lensa. corpus vitreous). (2) Gangguan resolusi fokus tanpa skotoma sentralis dengan ketajaman perifer normal, khas pada oedem makula atau albinisme. (3) Skotoma sentralis, khas untuk gangguan makula degeneratif atau inflamasi dan kelainan-kelainan nervus optikus. (4) skotoma perifer, khas untuk glaukoma tahap lanjut, retinitis pigmentosa dan gangguan retina perifer lainnya.
Berdasarkan informasi diatas maka, dapat disimpulkan bahwa Low vision merupakan gangguan penurunan fungsi mata, yang tingkat keparahannya berbeda-beda, tindakan dan program rehabilitatif pun juga berbeda-beda untuk masing-masing jenisnya. Bantuan berupa alat bantu optik dan non optik, beserta latihan visual, serta modifikasi lingkungan dan aksesibilitas individu dengan Low vision akan sangat membantu mereka untuk bisa berpartisipasi dalam tugas kemandirian sehari-hari.
Anda juga dapat mendownload informasi tambahan seputar layanan dan tata laksana program rehabilitasi untuk kondisi low vision melalui link berikut ini https://goo.gl/oG6jKa

Daftar Pustaka
Braga . Natalie. C . (1978). Pengembangan penggunaan sisa penglihatan , jakarta: departemen pendidikan dan kebudayaan . RI.
Corn. N 1983. Visual function ; A Model For Individual With Low Vision.Journal Visual Impairment And Blind , 77 , 8. P.374
Pertuni , 2004 . persatuan tunanetra Indonesia (artikel) . ww.pertuni.org diunduh pada 20 november 2018
World health organization.(2001) international clacification of functioning, disability health http://www3.who.int/icf/icftemplate.cfm?myurl=introduction.html%20&mytitle=Introdu
ction. Akses terahir 22 November 2018
Layanan Terpadu Untuk Gangguan Pengelihatan. diakses dari https://jec.co.id/id/service/page/28/76/null Akses terahir 20 November 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s