Sebagai Okupasi Terapis, kita paham bahwa aktivitas bermain dapat digunakan secara efektif sebagai teknik intervensi. Ketika anak-anak bermain, mereka mungkin saja tertawa, tersenyum, dan aktif; mereka mungkin juga serius dan diam. Anak-anak bermain untuk kepentingannya sendiri, yaitu untuk berkreasi dan eksplorasi. Oleh karena itu, tidak ada cara bermain yang benar atau salah. Bermain adalah jalan keluar yang aman bagi anak-anak untuk menantang diri mereka sendiri dan membantu mereka mengembangkan keterampilan dengan cara yang fun.
Bermain sebagai alat
Bermain sering digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pengembangan keterampilan. Okupasi Terapis merancang kegiatan bermain yang akan meningkatkan keterampilan seperti kekuatan, perencanaan motorik, pemecahan masalah, menggenggam, dan menulis. Menggunakan aktivitas bermain sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan anak memiliki banyak keuntungan. Anak-anak biasanya akan lebih kooperatif dan mudah terlibat dalam permainan. Akan tetapi, menciptakan sesi terapi yang menyenangkan melalui permainan tidak selalu mudah. Okupasi Terapis harus bisa mengatur lingkungan yang tepat agar tujuan terapi terpenuhi. Okupasi Terapis juga harus mampu mengukur tantangan yang tepat, yaitu tantangan yang tidak terlalu sulit maupun terlalu mudah untuk dilakukan anak; mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing anak, apakah permainan tersebut akan memotivasi atau malah mengintimidasi si anak.
Bermain sebagai tujuan
Okupasi Terapis harus berhati-hati terhadap permainan yang terkesan “mengajar” dan memastikan bahwa permainan itu menyenangkan. Selain menggunakan aktivitas bermain sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan anak, bermain juga dapat digunakan sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai. Pada anak-anak yang tidak mempunyai pengalaman dalam bermain, maka aktivitas bermain akan terasa sulit dan saat itulah bermain akan berfungsi sebagai tujuan.
Referensi:
Solomon, Jean & O’Brien, Jane. (2011). Pediatric Skills For Occupational Therapy Assistants 3rd Ed. Missouri: Elsevier Mosby
Ditulis oleh : Elysa Nasri
