Seni Pemilihan Aktivitas
Sebagai klinisi maupun mahasiswa okupasi terapi sering kali kita mendengar “Terapi kok cuma main-main? Terapi kok kayak anak TK? Ini terapi apa dipaksa kerja bikin prakarya? Apa manfaatnya?” Nah sebelum kita menjelaskan kepada klien, kita harus memahami terlebih dahulu apa itu aktivitas kreatif dalam okupasi terapi.
Ada berbagai macam penggunaan dan definisi aktivitas kreatif dalam okupasi terapi yang sering kali memasukkan unsur seni kreatif dan kerajinan tangan. Kegiatan-kegiatan ini sangat bermanfaat dalam merangsang proses kreatif serta memengaruhi kesehatan dan well being individu secara positif (Hansen, et al., 2020). Aktivitas kreatif yang digunakan oleh okupasi terapis sebagai intervensi yaitu sebagai aktivitas terapeutik utama (fokus pada hasil akhir terapi) dan sebagai media untuk mencapai suatu tujuan dengan klien dalam layanan rehabilitasi yang berbeda (fokus pada proses terapi).
Pentingnya Analisis Aktivitas dalam Okupasi terapi
Occupational Science yang berkembang pada tahun 90an, bertujuan meningkatkan paradigma humanistik okupasi terapi serta aktivitas bermakna dan bertujuan dalam intervensi yang diberikan. Dengan demikian, tujuan penggunaan aktivitas kreatif menjadi bervariasi, mulai dari fasilitasi perkembangan pribadi hingga meningkatkan keterampilan dan occupational performance. Perubahan paradigma okupasi terapi telah berdampak pada penggunaan aktivitas kreatif dari waktu ke waktu (Hansen, et al., 2020).
Lebih lanjut Mullersdorf & Ivarsson (2016) menambahkan, alasan utama penggunaan aktivitas kreatif adalah untuk memperkuat occupational performance klien, well being, dan self esteem yang berperan penting dalam mengekspresikan diri, merasakan kegembiraan, dan mengetahui apa yang paling diinginkan klien.
Lantas, bagaimanakah seorang okupasi terapis menciptakan aktivitas kreatif dan latihan terapeutik yang dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan occupation? Langkah pertama adalah observasi mendetil saat klien melakukan occupation yang ingin ditingkatkan. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi hambatan occupation apa yang sedang dihadapi klien. Analisis aktivitas selanjutnya sangat penting untuk menyederhanakan setiap pekerjaan dengan hati-hati. Langkah terakhir adalah menggunakan kerangka berpikir kreatif dalam merancang aktivitas yang berdasarkan aset dan limitasi klien (Chrish, 2017).
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas kreatif dalam intervensi okupasi terapi tidak hanya terbatas pada seni dan keterampilan, tetapi juga harus menyesuaikan aktivitas yang dipilih dengan kebutuhan klien. Ilmu analisis aktivitas sangat penting untuk diterapkan dalam melakukan hal ini, sehingga intervensi yang diberikan kepada klien dapat sejalan dengan kebutuhan klien.
Referensi
Hansen, BW., Erlandsson., LK., & Leufstadius, C. (2020), A Concept Analysis of Creative Activities as Intervention in Occupational Therapy. June 18, 2020, Scandinavian Journal of Occupational Therapy. https://www.tandfonline.com/loi/iocc20
Heenan, D. (2006, March), Art as Therapy: An Effective Way of Promoting Positive Mental Health?. Disability & Society, 21(2), 179-191. January 19, 2007. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09687590500498143
Müllersdorf, M ., Ivarsson, A. B., (2016), What, Why, How – Creative Activities in Occupational Therapy Practice in Sweden. Dec 23, 2016, Occupational Therapy International. https://www.hindawi.com/journals/oti/
Nahrwold, Chris., (2017), Therapeutical Activities & Exercise For Specific Occupation. Retrieved October 6, 2020, from https://thepracticaloccupationaltherapist.wordpress.com/2017/03/04/therapeutic-activities-exercises-for-specific-occupations/
Penulis : Nurvita Maharani
Editor : Elysa
