SENI KREATIF DALAM INTERVENSI  OT

Seni Pemilihan Aktivitas Sebagai klinisi maupun mahasiswa okupasi terapi sering kali kita mendengar “Terapi kok cuma main-main? Terapi kok kayak anak TK? Ini terapi apa dipaksa kerja bikin prakarya? Apa manfaatnya?” Nah sebelum kita menjelaskan kepada klien, kita harus memahami terlebih dahulu  apa itu aktivitas kreatif dalam okupasi terapi. Ada berbagai macam penggunaan dan definisi…

Baca Selengkapnya

OT (bukan) Profesi Kondang?

Perbedaan Pekerjaan dan Profesi Sebelum kita membahas lebih jauh tentang okupasi terapi, kita perlu memahami apa perbedaan antara “pekerjaan” dan “profesi”. Pekerjaan didefinisikan sebagai pekerjaan sementara atau tetap seseorang, bisnis, panggilan, atau pencarian (The Canadian Oxford Dictionary, 1998), sedangkan profesi adalah kelompok pekerjaaan yang terorganisir (Adams, 2010, hlm. 54). Berdasarkan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan…

Baca Selengkapnya

Respon Co-Productive Berbasis Masyarakat Dalam Menangani Masalah Kesehatan

Layanan kesehatan dan topik okupasi terapi berbasis masayarakat adalah informasi  yang menarik. Pelayanan okupasi terapi berbasis komunitas/masyarakat adalah konsep yang mempertimbangkan sekelompok orang yang terlibat dalam okupasi yang kolektif (McColl, 1998). Praktek terapi okupasi berbasis masyarakat memungkinkan profesi terapi okupasi untuk menerapkan okupasi dalam natural setting, seperti  melakukan advokasi,  pemilihan program berbasis masyarakat, capacity building…

Baca Selengkapnya

Memanfaatkan Aktifitas Leisure Dalam Kehidupan Sehari – hari

Apa yang biasa kamu lakukan saat waktu luang? Sebagian dari kalian mungkin menghabiskan waktu luang dengan rebahan sambil berselancar di sosial media, atau mungkin kalian termasuk orang yang merasa terlalu sibuk bekerja hingga merasa tidak memiliki waktu luang. Belakangan ini, banyak sekali anggapan bahwa tingkat produktivitas seseorang diukur dari seberapa sibuk mereka. Semakin terlihat sibuk…

Baca Selengkapnya

Kekerasan pada Individu Difabel Bisa Dicegah

Individu dengan kondisi difabel memiliki beberapa keterbatasan baik dalam hal fisik, sensori, mental, dan intelektual. Keterbatasan yang mereka miliki, terkadang bisa menjadi salah satu fakor risiko untuk mengalami kejadian kekerasan, ekploitasi, dan pelecehan (Curry et al., 2009). Sayangnya penelitian tentang kekerasan terhadap individu dengan kondisi difabel jarang dilakukan, dengan alasan keterbatasan metodologi dan sampel berbasis…

Baca Selengkapnya

Peran Okupasi Terapi di Ranah Rehabilitasi NAPZA

Dikutip dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 mencapai 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi melenial. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jendral Polisi Heru Winarko menerangkan, kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih…

Baca Selengkapnya

Pentingnya Leisure Dalam Perspektif Terapi Okupasional

Sering kali kita menganggap aktivitas pemanfaatan waktu luang (leisure) adalah sesuatu yang tidak penting sehingga kurang mendapatkan perhatian. Padahal pemanfaatan waktu luang merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan agar hidup kita senantiasa seimbang sehingga kita bisa melakukan aktivitas yang lain dengan lebih semangat. Menurut AOTA (2014) Leisure merupakan suatu aktivitas yang tidak wajib…

Baca Selengkapnya

Pemberdayaan Keluarga ODGJ

Orang Dengan Gangguan Jiwa atau yang sering disebut ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanisfestasikan dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia (UU Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014). Institusi layanan kesehatan jiwa bukanlah satu-satunya fokus…

Baca Selengkapnya

Tindakan Kekerasan dan Penolakan Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Keluarga adalah kumpulan individu yang saling menolong, merawat (Aldous. 1999), serta memberikan pemahaman terhadap cinta,  perhatian, keterhubungan dan komitmen (Bogenschneider, 2002). Keluarga saling memberikan dukungan keuangan atau materi sebagai satu kesatuan yang memiliki ikatan emosional (Koerner, A. F., & Fitzpatrick. 2004) (Levin, I. 1999). Keluarga juga berperan sebagai struktur sosial dasar (basic social structure) untuk…

Baca Selengkapnya