Kaum Milenial Rentan Mengalami Depresi?

Kalian tau ga sih apa itu depresi? Pernah nonton film Winne the Pooh ga? Ada satu karakter bernama  Eyore? Eyore selalu terlihat lemas dan malas beraktivitas serta memiliki postur tubuh yang lunglai. Nah depresi itu kurang lebih sama seperti karakter Eyore di Winne the Pooh. Penjelasan ilmiahnya depresi memiliki karakter suasana hati yang tertekan, kehilangan minat, berkurangnya energi, perasaan bersalah,  gangguan tidur, nafsu makan dan penurunan konsentrasi. Tapi ga semua depresi itu tanda dan gejalanya sama seperti Eyore ya gais. Ada beberapa case dimana orang dengan depresi masih ikut berpartisipasi sosial, hang out bareng temen, nongkrong minum kopi sambil ketawa – ketawa tapi sebenarnya di dalam alam bahwa sadarnya dia mengalami depresi, ada kok! 

Nah katanya kaum milenial juga rentan loh mengalami depresi. Loh kok bisa sih? Coba kita liat dari beberapa sumber jurnal yang akan jadi referensi kita dalam mengenal depresi. Dalam jurnal berjudul “The Burden of Depression in Adolescents and the Importance of Early Recognition” mengatakan bahwa diantara gangguan kesehatan mental remaja, depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental remaja yang paling sering terjadi, dan diindikasikan sebagai salah satu “morbiditas baru” yang paling mengkhawatirkan 1. 2

  1. American Academy of Pediatrics. American Academy of Pediatrics the new morbidity revisited: a renewed commitment to the psychosocial aspects of pediatric care. Committee on Psychosocial Aspects of Child and Family Health. Pediatrics 2001;108:1227-30.
  2. Windfuhr K, While D, Hunt I, Turnbull P, Lowe R, Burns J, et al. National confidential inquiry into suicide and homicide by people with mental illness. Suicide in juveniles and adolescents 

in the United Kingdom. J Child Psychol Psychiatry 2008;49:1155-65.

Tuh, mengkhawatirkan katanya, kenapa sih? Apa karena banyak anak muda galau karena cinta yang bertepuk sebelah tangan? Atau karena ketidakpastian menatap masa depan? Dari pada kita ngasal ya coba kita cari sedikit penjelasan dari jurnal lagi. Masih di dalam jurnal yang sama disini dikatakan bahwa  depresi pada remaja merupakan faktor risiko utama untuk bunuh diri, dan lebih dari separuh remaja korban bunuh diri dilaporkan mengalami gangguan depresi pada saat kematiannya. 3  Depresi juga menyebabkan ketidaksesuaian sosial dan pendidikan yang serius pada kelompok usia ini, seperti peningkatan angka merokok, penyalahgunaan zat, gangguan makan, dan obesitas. 4

  1. Hawton K, van Heeringen K. Suicide. Lancet 2009;373:1372-81.
  2. Lewinsohn PM, Rohde P, Seeley JR. Major depressive disorder in older adolescents: prevalence, risk factors and clinical implications. Clin Psychol Rev 1988;18:765-94.

Depresi bisa menyebabkan bunuh diri loh katanya, terus penggunaan zat seperti narkotika, tar dan nikotin pada rokok serta pola makan yang ga karuan bisa jadi faktor atau gejala orang dengan depresi. Memang masih wide sekali penjelasan disini tapi kurang lebih kita udah paham lah ya anak muda kan dekat sekali dengan beberapa problem diatas, contohlah pergeseran makanan favorite anak muda sekarang lebih banyak ke fast food dengan tingkat kandungan nutrisi yang kadang berlebihan, konsumsi rokok dan alkohol udah jadi tren supaya dianggap gaul sama tongkrongan.  Nah hal – hal diatas jika dilakukan secara terus menerus ternyata bisa merusak kualitas mental health anak muda loh. Padahal mental health yang sehat itu salah satu modal kita untuk beraktivitas dan bersosialisasi didalam lingkungan. 

Oiya, kasus depresi yang paling sering dialami anak muda katanya dinamakan major depressive disorder (MDD) ciri  – cirinya menurut American Psyciatry Assosiation (APA) 5 dalam jurnal berjudul “depression in adolescence” adalah :

  1. Lack of pleasure dalam beraktivitas kurang lebih selama 2 minggu disertai dengan lima gejala tambahan.
  2. Perubahan nafsu makan
  3. Perubahan pola tidur
  4. Perubahan berat badan
  5. Penurunan libido 
  6. Kesulitan berkonsentrasi
  7. Perasaan tidak berharga
  8. Resiko bunuh diri
  1. American Psychiatric Association. (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed., text revision). Washington, DC: Author.

Nah gais kalau udah ada sign ini di dalam diri kalian kayanya akan lebih better mencari tenaga professional untuk berkonsultasi deh. Gausah malu, karena dokter akan memberikan konsultasi kesehatan mental dan jika diperlukan teman – teman juga akan mendapatkan medicine yang akan membantu kalian untuk pulih dari depresi. 

Jadi kesimpulannya adalah kesehatan mental yang baik akan menjaga kalian tetap produktif dalam aktivitas keseharian. Semoga kita akan selalu jadi kaum milenial yang sehat jiwa dan raga, amin.

Penulis : Muhammad Dicky Alif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *