Hemiplegic shoulder pain (HSP) atau disebut juga dengan nyeri bahu adalah salah satu komplikasi medis yang paling umum terjadi pada pasien stroke (McLean DE, 2004) dengan angka kejadian antara 30% sampai 65% kasus, tergantung pada populasi yang diteliti dan metode penilaian yang digunakan. Beberapa studi melaporkan bahwa hampir sepertiga dari penderita stroke, mengalami nyeri bahu dalam waktu 6 bulan setelah serangan stroke dan sebanyak 65% dari pasien tersebut terus mengalami masalah ini bahkan berbulan-bulan setelah mengalami stroke (Adey-Wakeling Z & Liu E, 2016).
Adapun penyebab HSP salah satunya disebabkan oleh peningkatan aktivitas otot trapezius bagian atas yang membatasi aktivitas serat trapezius yang berada dibawahnya, sehingga fungsi dari serratus anterior dan aktivitas otot infraspinatus menjadi terbatas. Ketidakseimbangan otot di daerah skapula yang umum terjadi setelah stroke bisa menjadi faktor risiko potensial untuk HSP. (De Baets L, 2014). Sumber nyeri HSP juga bisa disebabkan oleh cedera jaringan lunak seperti rotator cuff & peradangan otot tendinitis dari kepala otot bisep dan supraspinatus (Kim YH, 2014).
Peneliti lain juga menjelaskan bahwa hemiplegic shoulder pain (HSP) muncul karena pasien stroke mengalami penurunan kontrol motorik. Penelitian tersebut menemukan bahwa pasien stroke hemiplegi (lemah anggota gerak) mengalami penurunan rentang gerakan abduksi pada waktu empat bulan pertama setelah stroke, akan lebih berisiko mengalami nyeri bahu yang persisten selama satu tahun (Lindgren et al, 2012).
Ada juga empat belas penelitian lain yang meneliti faktor subluksasi sendi gleno humeral sebagai pencetus munculnya HSP,Namun penelitian tersebut masih menjadi perdebatan karena tujuh penelitian menunjukan ada hubungan antara subluksasi gleno humeral dan nyeri HSP, sedangkan penelitian yang lain tidak menemukan hubungan antara subluksasi bahu dan kejadian nyeri HSP (Kumar & Saunders, 2013).
Beberapa tindakan bisa dilakukan untuk meminimalisir nyeri yang muncul akibat HSP tersebut, yaitu latihan manual terapi, latihan penguatan otot, dan latihan fungsional gerak eksteremitas atas, mobilisasi sendi, injeksi intramuskuler, dan stimulasi listrik (Viana et al, 2012).
Dalam sebuah penelitian HSP pada 36 pasien dengan faktor resiko tendinopati rotator cuff, menunjukkan bahwa menggunakan latihan konsentris dan eksentrik selama latihan pada pasien tersebut, ternyata sangat efektif dalam mengurangi nyeri bahu HSP setelah mengikuti program latihan selama 26 minggu (Deiaco B, 2017).
Penting untuk mengerti bahwa nyeri memiliki klasifikasi dan juga penanganan yang berbeda baik dalam proses rehabilitasi maupun tindakan medis lainnya. Namun tentu klien post stroke sangat dianjurkan untuk terus meningkatkan kemampuan gerak dan mobilitas fungsional, baik pada anggota gerak atas, postur, sendi, anggota gerak bawah, dan kemandirian fungsional lainnya. Sebisa mungkin hindari pencetus nyeri HSP seperti kurangnya stimulasi motorik, karena hal tersebut bisa menjadi peluang untuk munculnya nyeri di persendian yang sangat mengganggu fungsional klien post stroke.
References
Adey-Wakeling Z, Liu E, Crotty M et al. (2016). Hemiplegic Shoulder Pain Reduces Quality Of Life After Acute Stroke: A Prospective Population-based Study. Am J. Phys. Med. Rehabil. 95, 758–763
De Baets L, Jaspers E, Janssens L, Van Deun S. (2014) Characteristics Of Neuromuscular Control Of The Scapula After Stroke: A First Exploration. Front. Hum. Neurosci. 17, 1–8
Deiaco B, Habets B, van Loon C, van Grinsven S, van Cingel R. (2017) Eccentric Versus Conventional Exercise Therapy In Patients With Rotator Cuff Tendinopathy: A Randomized, Single Blinded, Clinical Trial. Knee Surg. Sports Traumatol. Arthrosc. 25, 2051–2059
Kim YH, Jung SJ, Yang EJ, Paik NJ. (2014). Clinical And Sonographic Risk Factors For Hemiplegic Shoulder Pain: A Longitudinal Observational Study. J. Rehabil. Med. 46, 81–87
Kumar P, Saunders A, Ellis E, Whitlam S. (2013). Association Between Glenohumeral Subluxation And Shoulder Pain In Patients With Post-Stroke Hemiplegia: A Systematic Review. Phys. Ther. Rev. 18, 90–100
Lindgren et al. (2012). Left-Sided Hemiparesis, Pain Frequency, And Decreased Passive Shoulder Range Of Abduction Are Predictors Of Long-Lasting Poststroke Shoulder Pain. PM R 4, 561-568
Paolucci S, Iosa M, Toni D et al. (2016). Prevalence And Time Course Of Post-Stroke Pain: A Multicenter Prospective Hospital-Based Study. Pain Med. 17, 924–930
Viana R, Pereira S, Mehta S, Miller T, Teasell R. (2012). Evidence For Therapeutic Interventions For Hemiplegic Shoulder Pain During The Chronic Stage Of Stroke: A Review. Top. Stroke Rehabil. 19, 514–522
Ditulis oleh : Gunawan
Disunting oleh : Elysa Nasri
