Kebanyakan dari kita pasti pernah lupa akan sesuatu, baik itu lupa mengerjakan PR, lupa menyimpan benda, lupa arah atau alamat, nomor telepon, password, dan sebagainya. Biasanya, kita sering menulis catatan pengingat untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, baik dalam bentuk note di handphone ataupun tempelan di dinding, Bagi sebagian orang hal ini diyakini membantu mereka untuk mengingat sesuatu karena dengan menulis kita menjadi lebih ingat tentang suatu hal, dibandingkan jika tidak menuliskannya sama sekali.
Hal ini didukung oleh sebuah penelitian pada tahun 2012 di Universitas Indiana, yang membandingkan dua kelompok anak usia prasekolah di mana yang satu mempelajari huruf dan angka lewat mengetik, dan yang lainnya lewat menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak anak-anak yang mengetik tidak dapat mengenali perbedaan antara huruf dan bentuk dengan baik, namun otak anak-anak yang menulis dapat mengenalinya. “Menulis dengan tangan tampaknya menjadi penggerak utama bagi otak untuk merespon pada informasi huruf-huruf tersebut, sehingga anak-anak yang mempelajari huruf dengan menulis kemungkinan akan lebih mudah belajar membaca.”, ungkap Karin Harman James.
Dalam penelitian lain yang dilakukan sepanjang tahun 2005 dan 2008 oleh Universitas Aix-Marseille di Prancis mengungkapkan bahwa tidak hanya anak-anak prasekolah saja, namun orang dewasa yang mempelajari alfabet asing juga lebih mudah menangkap dan mengingatnya ketika menuliskannya dengan tangan (Velay J. L., 2005).
Banyak hal yang terjadi di otak manusia ketika sedang menulis, walaupun hanya sekadar mencorat-coret gambar, garis, menulis nama, angka, maupun kalimat. Saat menulis, kita tidak saja mengingat bentuk huruf tetapi juga proses dan pengalaman bentuknya. Menulis dengan tangan merupakan kegiatan visual-spasial yang membuat kita lebih mudah mengingat informasi.
Memori adalah kemampuan individu untuk mengambil informasi, menyimpannya, dan mengingatnya di lain waktu. Dalam psikologi, memori dipecah menjadi tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval. Memori secara fungsi diklasifikasikan menjadi 3, yaitu short term memory (STM), working memory, dan long term memory (LTM).
Menulis juga merupakan sebuah aktivitas yang memproses informasi sensorimotor, memori, dan kognitif dengan melibatkan integrasi fungsi antara visual, spasial, motorik, persepsi, dan memori. Bagian otak yang paling bertanggung jawab dari sebuah proses ini adalah hippocampus. Melalui jaras intrakortikal, otak memproses informasi yang di terima korteks untuk membentuk kemampuan memori di dalam hippocampus. Hippocampus berperan dalam menyimpan ingatan jangka panjang dan membuat ingatan tersebut tahan terhadap lupa, ia juga dianggap memainkan peran penting dalam pemrosesan spasial dan navigasi.
Prinsip kerja ingatan jangka panjang yang dilakukan lewat aktivitas menulis disebut procedural memory. Ingatan ini biasanya diperoleh melalui pengulangan (repetition) dan latihan (training). Setelahnya, body memory/ muscle memory akan membantu kita melakukan tindakan/ aksi motorik/ recall informasi secara otomatis. Procedural memory juga disebut sebagai implicit memory karena pengalaman motorik yang sudah kita lakukan sebelumnya akan membantu dalam pelaksanaan tugas tanpa kesadaran eksplisit dari tubuh kita.
Banyak hal lain yang juga dilatih dengan prinsip kerja implicit memory tersebut, diantaranya latihan keterampilan bermusik, keterampilan matematika, pemecahan masalah, latihan membaca dan mengenal huruf, latihan keterampilan atletik dan olah raga, juga aktivitas dalam kehidupan sehari-hari bagi penderita dimensia seperti perawatan diri, mengetik, mengupas kacang, merajut, aktivitas tata rias, aktivitas berkebun, dan orientasi mobilitas. Meski diyakini terbukti berhubungan satu sama lain, namun para ahli masih terus meneliti hal ini.
Referensi
Gladwell, Malcolm. 2005. Blink: The Power Of Thinking Without Thinking. New York: Little, Brown and Co
Longcamp M., Zerbato-Poudou M. T., & Velay J. L. 2005. The Influence Of Writing Practice On Letter Recognition In Preschool Children: A Comparison Between Handwriting And Typing. Acta Psychologica, 119(1), 67-79
James, K. H., & Engelhardt, L. 2012. The Effects Of Handwriting Experience On Functional Brain Development In Preliterate Children. Trends in neuroscience and education, 1(1), 32-42
Olive, T. & Kellogg, R. T. 2002. Concurrent Activation Of High And Low Level Production Processes In Written Composition. Memory & Cognition, 30 (4), 594-600
Ditulis oleh : Gunawan
Disunting oleh : Elysa Nasri
