Proximal Stability for Distal Mobility 

Sebagaimana telah diketahui bahwa sebagai seorang Terapis Okupasi (TO), salah satu fungsi utama pemberian intervensi adalah untuk meningkatkan fungsionalitas serta kemandirian klien, yang membutuhkan salah satunya adalah kemampuan ekstremitas atas maupun ekstremitas bawah yang baik agar dapat melakukan aktivitas. Hal ini disebut juga dengan distal mobility. Meski begitu, mengingat pentingnya hal tersebut, terkadang seorang TO’s terlalu berfokus pada peningkatan area distal (ekstremitas), seperti latihan-latihan untuk meningkatkan fine motor skills, dan kurang memperhatikan aspek lain yang juga dapat memengaruhi ketidakmatangan kemampuan seseorang terkait kemampuan distal mobility

Bagi seorang TO’s, seharusnya istilah “proximal stability for distal mobility” sudah tidak asing lagi. “Proximal stability for distal mobility” adalah suatu istilah yang menjelaskan tentang bagaimana stabilitas area proximal tubuh (area yang lebih dekat ke bagian tengah batang tubuh/trunk) memengaruhi kemampuan mobilitas area distal tubuh (area yang menjauhi bagian tengah tubuh seperti bahu, siku, tangan, dll) (Medlineplus, 2019). Sesuai dengan namanya, proximal stability mengacu pada kemampuan seseorang berkaitan dengan stabilitas otot-otot yang paling dekat dengan area tengah tubuh (core). Dalam hal ini juga dapat disebut dengan postural stability (Nathalie, 2018). Pada kemampuan ini, seseorang akan mampu mengontrol posisi tubuhnya dalam ruang sehingga memungkinkan dirinya untuk dapat melakukan pergerakan dan menjaga keseimbangan. Adalah hal yang penting untuk dapat mempertahankan posisi postur yang statis selama pergerakan yang mengalami perubahan posisi yang dinamis (Nusseck & Spahn, 2020; Woollacott and Shumway-Cook, 2002). Sedangkan distal mobility berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam hal mobilitas sendi-sendi pada area-area yang menjauhi bagian tengah tubuh seperti tangan, jari tangan, serta kaki, dan jari kaki. Kemampuan ini akan memungkinkan seseorang dapat memanipulasi objek dan terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang membutuhkan keterampilan motorik halus, sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas keseharian yang memang membutuhkan kemampuan deksteritas, seperti menulis (Nathalie, 2018).

Berkaitan dengan hal tersebut, telah dikemukakan bahwa kemampuan proximal stability yang baik akan menghasilkan kemampuan distal mobility yang lebih baik pula. Artinya, dalam penanganan klien seharusnya kita tidak hanya berfokus pada peningkatan mobilitas distal saja, tetapi juga terlebih dahulu memperhatikan bagaimana kemampuan klien terkait dengan stabilitas proksimal. Menurut Trombly (1983), proximal stability dapat membantu mengembangkan distal movement yang lebih terkontrol. Terdapat beberapa penelitian yang mendukung pernyataan-pernyataan tersebut. Di antaranya terdapat satu penelitian yang dilakukan oleh Erhardt dan Meade (2005), mengenai bagaimana meningkatkan kemampuan menulis anak tanpa betul-betul mengajarkannya menulis. Dalam penelitian ini, hal utama yang diobservasi oleh TO’s dan Fisioterapis (FT’s) yang terlibat dengan penelitian kepada partisipannya adalah bahwa partisipan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk mengoordinasikan otot-otot proximalnya untuk dapat menjaga stabilitas setiap sendi-sendi proximal, yang dimana hal ini membuat partisipan kesulitan dalam terlibat pada aktivitas distal/distal work, seperti aktivitas motorik halus. Oleh karena nya, yang pertama kali menjadi fokus intervensi dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan peningkatan postural control dan postural alignment, dan setelahnya adalah peningkatan komponen-komponen penunjang lainnya. Berdasarkan re-evaluasi yang dilakukan baik oleh TO’s maupun FT’s, setelah diberikannya intervensi telah terjadi peningkatan pada kemampuan postural control & alignment, strength, dan visual-perceptual-motor skills, yang kemudian diketahui juga meningkatkan kemampuan menulis partisipan berkaitan dengan alignment, size, legibility, form, dan spacing (Erhardt & Meade, 2005).   

Lalu aktivitas/latihan seperti apa sajakah yang dapat meningkatkan kemampuan proximal stability? Terdapat beberapa posisi tubuh yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan proximal stability, di antaranya adalah: (Specialist Children’s Services & Kids Scotland, n.d; Play to Learn, n.d)

  1. Prone position activities: seperti berbagai macam animal positions (sea lion, seal push-ups), gym ball activities (dalam posisi prone/tengkurap), dan lain-lain.
  2. Supine position activities: seperti sit-up activities, “the eggpositions, dan lain-lain.
  3. Weight-bearing activities: seperti wheelbarrow walking, wall push-ups, table push-ups, dan lain-lain.
  4. Vertical surfaces activities: seperti menggambar atau mewarnai di papan tulis, kaca/cermin, kertas yang ditempel di dinding, dan lain-lain.

Berdasarkan pembahasan di atas, diketahui bahwa dengan memaksimalkan kemampuan proximal stability, dapat membangun kemampuan distal mobility yang lebih baik. Meskipun begitu, bukan berarti ketika seseorang memiliki kemampuan proximal stability yang baik maka sudah pasti akan mengembangkan kemampuan distal mobility seperti fine motor skills yang baik pula. Mengapa demikian? Karena faktor-faktor yang menyebabkan seseorang memiliki performa yang kurang baik berkaitan dengan fine motor skills, bukan hanya karena memiliki core strength maupun postural kontrol yang kurang baik saja, namun juga melibatkan beberapa faktor lainnya seperti bilateral coordination, dexterity, intrinsic muscle strength, grasping, pinching, dan lain-lain (Beck, 2020). Oleh karenanya, sebagai TO’s kita harus mampu menganalisa komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan oleh klien pada suatu aktivitas maupun skill, guna mengembangkan kemampuan aktivitas/skill yang dituju. 

Referensi

Beck, C. (2020, February 24). Fine Motor Skills Needed at School. The OT Toolbox. 

Erhardt, R. P., & Meade, V. (2005). Improving handwriting without teaching handwriting: The 

consultative clinical reasoning process. Australian Occupational Therapy Journal, 52

199-210. doi: 10.1111/j.1440-1630.2005.00505.x

A.D.A.M. Medical Encyclopedia [Internet]. Johns Creek (GA): Ebix, Inc., A.D.A.M.; c1997-2020. 

Proximal; [reviewed 2019 Feb 7].  https://medlineplus.gov/ency/article/002287.htm#:~:text=Proximal%20means%20neare%20to%20the,is%20the%20opposite%20of%20distal

A.D.A.M. Medical Encyclopedia [Internet]. Johns Creek (GA): Ebix, Inc., A.D.A.M.; c1997-2020. 

Distal; [reviewed 2019 Feb 28]. https://medlineplus.gov/ency/article/002346.htm

Nathalie. (2018, October 8). Pre-Writing: The Importance of Core Strength. Thanks For Helping 

Me Grow. 

https://thanksforhelpingmegrow.com/pre-writing-the-importance-of-core-strength

Nusseck, M., & Spahn, C. (2020, June). Comparison of Postural Stability and Balance Between 

Musicians and Non-musicians. Frontiers in Psychology, 11, 1-10. 

https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.01253

Play to Learn. (n.d.). Proximal Stability. Play to Learn. 

http://www.playtolearn.co.za/proximal-stability.html

Specialist Children’s Services & Kids Scotland. (n.d.). Core Stability Activities. NHS Greater 

Glasgow and Clyde.

https://www.nhsggc.org.uk/kids/resources/information-packs/core-stability-activities

Woollacott, M., & Shumway-Cook, A. (2002). Attention and the control of posture and gait: a 

review of an emerging area of research. Gait and Posture, 16, 1-14. doi: 10.1016/S0966-6362(01)00156-4

Penulis: Fanza

Editor : Elysa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *