Respon Co-Productive Berbasis Masyarakat Dalam Menangani Masalah Kesehatan

Layanan kesehatan dan topik okupasi terapi berbasis masayarakat adalah informasi  yang menarik. Pelayanan okupasi terapi berbasis komunitas/masyarakat adalah konsep yang mempertimbangkan sekelompok orang yang terlibat dalam okupasi yang kolektif (McColl, 1998). Praktek terapi okupasi berbasis masyarakat memungkinkan profesi terapi okupasi untuk menerapkan okupasi dalam natural setting, seperti  melakukan advokasi,  pemilihan program berbasis masyarakat, capacity building dan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip okupasi dalam konteks masyarakat.

 Masalah kesehatan dalam sebuah masyarakat/komunitas adalah hal yang sangat kompleks dan dinamis. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti status ekonomi, tingkat pendidikan, budaya, kesenjangan sosial, akses pada layanan  kesehatan, akses informasi, dan sebagainya.  Hal ini mendorong praktisi terapi okupasi untuk mengeksplorasi dan menentukan perannya  dalam praktik masyarakat secara aktif (Scaffa, 2001; Fazio, 2008).

Pandemi COVID-19 merupakan wabah yang menyebar dengan sangat cepat.  Dibutuhkan kesiapan dan respon yang tepat untuk menghambat dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan baik dari segi masalah kesehatan maupun masalah kesejahteraan. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendukung peran seluruh  masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Sebagai contohnya adalah dengan melakukan promosi kesehatan, mematuhi protokol kesehatan, dan pembatasan aktivitas sosial.

Salah satu contoh langkah komprehensif  respon co-productif  (keterlibatan peran aktif masayarakat) dalam menangani masalah kesehatan COVID-19 terdapat di wilayah  Zhejiang, Cina. Zhejiang yang merupakan provinsi   dengan jumlah penduduk dua kali lipat dari penduduk di Inggris dan Prancis. Kepadatan penduduk terjadi dikarenakan adanya perkembangan bisnis swasta yang begitu aktif. Padatnya penduduk di Provinsi Zhejiang menyebabkan provinsi ini menjadi salah satu wilayah yang paling terkena dampak pandemi COVID-19 di China pada bulan-bulan awal, namun berhasil pulih dan bangkit dari masalah pandemi dalam beberapa bulan saja.

Tahapan pengendalian COVID-19 di wilayah Zhejiang dibagi menjadi 3 tahapan yaitu: pencegahan dan pengendalian wabah yang komprehensif, menyeimbangkan pencegahan wabah dan perbaikan fungsi sosial, serta normalisasi pencegahan dan pengendalian wabah. Keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 di wilayah ini merupakan kolaboratif yang epik antara organisasi berbasis masyarakat dan pemerintah. Peran utama organisasi berbasis masyarakat diantaranya memobilisasi relawan untuk melacak sumber dan penyebaran COVID-19, mengumpulkan sumbangan dan persediaan untuk pengendalian wabah, menyediakan layanan sosial dan komunitas yang diperlukan, menawarkan layanan kesejahteraan, membantu perusahaan dengan dimulainya kembali produksi, menawarkan konseling psikologis dan pekerjaan sosial, serta membangun platform kolaborasi untuk mempromosikan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Teknologi IT berbasis QR juga dikembangkan untuk memantau status perkembangan kesehatan individu di wilayah tersebut. Tak hanya itu saja, layanan kesehatan gratis dan dukungan moril serta materi antar warga, komunitas, dan pihak swasta juga diterapkan.

Tidak ada sektor atau negara yang dapat menangani sendiri bencana besar seperti COVID-19. Provinsi Zhejiang menunjukkan bahwa langkah-langkah solid dapat diambil manajer publik untuk lebih mengintegrasikan warga dan organisasi masyarakat dalam memerangi COVID-19. Pembelajaran ini penting untuk dijadikan sebagai bahan referensi  atau masukkan bagi negara-negara di seluruh dunia dalam melanjutkan perjuangan kita melawan pandemi COVID-19.

    Fenomena masalah kesehatan, sosial, dan budaya merupakan topik yang sangat kompleks dan dinamis. Oleh karena itu perlu pertimbangan pendekatan berbasis masyarakat dan budaya kolektif, untuk melihat suatu fenomena dari perspektif masyarakat secara menyeluruh. (Kawa Model, Lim Dan Iwama 2006)

     Di samping kerangka acuan Pengembangan Komunitas dan KAWA model , terdapat juga the Canadian Model of Client Centred Enablement (CMCE), yang juga menjelaskan tentang  Pemberdayaan  berpusat pada Klien ,dengan mengembangkan keterampilan komunikasi public yang adaptif, keterampilan advokasi, berkolaborasi dengan masyarakat & penyedia layanan pendukung , serta  merancang dan mengembangkan proyek kerangka kerja komprehensif , dan berfokus pada okupasi yang bermakna. (Townsend dan Polatajko 2007).

     Semoga dengan masyarakat yang Co Productive, gotong royong, dan turut berperan aktif dalam mensukseskan program pemerintah, serta memiliki budaya yang patuh & disiplin pada protocol kesehatan, dapat mempercepat kesuksesan kolektif untuk menanggulangi pandemi COVID-19 di Indonesia .

Referensi

Cheng, Yuan (Daniel). 2019. Exploring the Role of Nonprofits in Public Service Provision: Moving from Coproduction to Co-Governance. Public Administration Review 79(2): 203–14.

———. 2020. Bridging the Great Divide: Toward a Comparative Understanding of Coproduction. Journal of Chinese Governance 5(1): 1–7.

China Watch Institute. 2020. China’s Fight against COVID-19. April 30. http:// www.chinadaily.com.cn/pdf/2020/Chinas.Fight.Against.COVID-19-0420- final-2.pdf [diakses pada 11 juni, 2021].

Li, Huafang. 2020. Communication for Coproduction: Increasing Information Credibility to Fight the Coronavirus. American Review of Public Administration 5(1): 110–35.

Lim, H. & Iwama, M.K. 2006. Emerging models- An Asian perspective: The Kawa (River) Model. In Duncan, E.A.S. (ed). 2006. Foundations for practice in occupational Therapy. 4th Edition. Elsevier Limited: London.  

McColl, M. A. (1998). What do we need to know to practice occupationaltherapy in com- munity? American Journal of Occupational Therapy, 52, 60–64.

Polatajko, H.J., Townsend, E.A. & Craik, J. 2007. Canadian Model of Occupational Performance and Engagement (CMOP-E). In Enabling Occupation II: Advancing an Occupational Therapy Vision of Health, Well-being, & Justice through Occupation. E.A. Townsend & H.J. Polatajko, Eds. Ottawa, ON: CAOT Publications ACE. 22-36

Scaffa, M., Van Slyke, N., & Brownson, C. (2008). Occupational therapy in the promotion of health and the prevention of disease and disability statement. American Journal of Occupational Therapy, 62(6), 694-703.

Zhejiang Civil Affairs Bureau. 2020. Zhejiang Community-Based Organizations Participated in the Prevention and Control of COVID-19. http://mzt.zj.gov.cn/art/2020/2/13/art_1632728_41920633.html   [diakses 11 Juni 2021].

Penulis : Gunawan

Editor : Riama Claudia Christine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *