Music Therapy for Special Needs

Istilah “kebutuhan khusus” sering digunakan untuk merujuk anak atau orang dewasa yang memiliki keterbatasan seperti gangguan bahasa, gangguan ortopedi, tunanetra, gangguan pendengaran, gangguan spektrum autistik (ASD), trauma cedera otak (TBI), retardasi mental, keterlambatan perkembangan global, gangguan emosional, dan lain sebagainya (Chiang, 2008) Kondisi berkebutuhan khusus dapat diidentifikasi dengan memahami bagaimana kemajuan pola perkembangan anak disesuaikan dengan tahapan pola perkembangan anak pada umumnya. Pengetahuan ini membantu para profesional untuk mengidentifikasi anak yang memiliki kebutuhan khusus dan memerlukan dukungan tambahan. 

Beberapa penelitian menyatakan bahwa terapi musik berperan penting dalam merangsang dan memfasilitasi pembelajaran dan perkembangan anak berkebutuhan khusus, seperti ASD, down syndrome, tunanetra, gangguan pendengaran, keterlambatan perkembangan global, Cerebral Palsy, kesulitan belajar dan kondisi lainnya lagi (Chiang, 2008; Sučić & Lovrinčević, 2013). 

Terapi musik adalah penggunaan musik secara profesional dan elemennya (irama, melodi, suara, harmoni) sebagai intervensi dalam lingkungan medis, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari dengan individu, kelompok, keluarga, atau komunitas yang berupaya untuk mengoptimalkan kualitas hidup mereka dan meningkatkan kemampuan fisik, sosial, komunikasi, emosional, intelektual, dan kesehatan spiritual serta kesejahteraan. Penelitian, praktek, pendidikan, dan pelatihan klinis dalam terapi musik didasarkan pada standar profesional sesuai dengan konteks budaya, sosial, dan politik (World Federation of Music Therapy, 2011).

Musik memberikan pengalaman menyenangkan sehingga memotivasi anak untuk berpartisipasi lebih lanjut dalam suatu aktivitas (wigram). Motivasi akan meningkat saat kesadaran diri (self-awareness) dan kesadaran akan orang lain meningkat. Peningkatan self awareness dapat dicapai oleh terapis dengan cara mirroring dan reflecting gerakan atau suara vokal anak. Sebagai contoh, terapis dapat bermain di piano atau gitar sambil mengikuti irama anak yang memainkan alat musik (misalnya drum) atau suara verbal/ nonverbal yang dibuat (Chiang, 2008).

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh melalui terapi musik. Kegiatan bermusik dapat meningkatkan kreativitas anak pada berbagai keterampilan melalui menyanyi dan improvisasi lagu, mendengarkan musik, bergerak dan menari, dan bermain musik (Sučić & Lovrinčević, 2013). Terapi musik juga dapat meningkatkan komunikasi, kognitif, perilaku adaptif, interaksi dan sensori motor, sehingga terapi musik merupakan komponen terintegrasi dalam menolong anak ABK dalam mencapai tujuannya (AMTA, 2006).

Manfaat terapi musik dalam (Wigram et al., 2002) :

  1. Kesadaran Perseptual (Perceptual Awareness)

Musik dapat menstimulasi  dan meningkatkan kesadaran tubuh pada pendengaran, visual, dan sentuhan. Anak akan mulai aware kepada terapis serta lingkungannya melalui suara – suara yang ia dengar.

  1. Menstimulasi fisik dan psikologis (stimulasi physical/ psychological stimulation)

Terapis menstimulasi anak melalui musik dengan variasi tempo dan dinamika. Musik dapat meningkatkan potensi anak dan interaksi dengan dunia luar serta orang lain (Wigram et al., 2002). Dalam kasus anak dengan Cerebral Palsy, musik dapat membantu anak dalam mengatur dan mengkoordinasikan gerakan melalui lagu bersemangat atau musik ritmik yang akan melibatkan gerakan (Chiang, 2008). 

  1. Kemampuan komunikasi (communication ability)

Ini adalah fungsi utama terapi musik dengan gangguan perkembangan.Terapi musik dalam (Chiang, 2008) dapat membantu perkembangan komunikasi sebagai berikut :

  • Komunikasi nonverbal: Penggunaan isyarat tangan untuk komunikasi, kontak mata, gerakan tubuh (misalnya memutar kepala) untuk mengungkapkan keinginan atau memberi respon terhadap perintah verbal.
  • Bahasa reseptif: Anak yang mengalami kesulitan dalam bahasa reseptif memiliki kesulitan dalam memahami apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. Musik dapat meningkatkan kesadaran pendengaran ketika anak mendengarkan berbagai alat musik dan suara vokal yang berbeda. Anak akan belajar untuk mencari atau mengidentifikasi sumber suara.
  • Bahasa ekspresif: Anak yang memiliki masalah bahasa ekspresif tidak dapat mengekspresikan diri dengan bahasa lisan. Terapis mendorong anak untuk memvokalisasikan suatu suara misalnya suara binatang kemudian ditingkatkan ke kata yang diinginkan (Donald & Janet, 1991 dalam Chiang, 2008). Terapi dengan media musik seperti bermain alat musik dan bernyanyi dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak (Lim, 2010; Torppa & Huotilainen, 2019).
  1. Mengekspresikan emosi (emotional expression)

Penggunaan alat musik sederhana dan suara dapat mewakili emosi kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, frustrasi, atau sukacita. Hal ini akan mendorong anak nonverbal yang terbatas dalam bahasa atau gangguan emosional untuk mengekspresikan diri.

  1. Kemampuan kognitif (cognitive abilities)

Elemen musik dapat membantu anak memahami konsep-konsep seperti cepat/ lambat, keras/ lembut, atau tinggi/ rendah (wigram). Musik juga dapat meningkatkan kemampuan fungsi eksekutif seperti atensi, konsentrasi, mengorganisasikan sesuatu, memori, keterampilan pemrosesan sekuensial dan simultan, dan pemecahan masalah (Miendlarzewska et al., 2014; Wigram et al., 2002)

  1. Perilaku sosial (social behavior) 

Terapi musik secara berkelompok terbukti efektif dapat membantu anak dalam interaksi sosial dan komunikasi pada anak ASD (Bharathi et al., 2019; Eren, 2015). Kemampuan ini dapat ditingkatkan dengan cara memainkan berbagai instrumen secara bergantian ataupun bernyanyi . 

  1. Kemampuan dan kapasitas individu (individual resources and capacities

Individu dengan gangguan perkembangan cenderung tidak mandiri dan sering diremehkan. Musik dapat menjadi aktivitas leisure bagi mereka. Musik merupakan media kreatif untuk mengembangkan potensi ketika anak dapat terlibat dalam pembuatan musik serta memainkannya. Hal ini adalah kesempatan anak dalam mengembangkan jati diri (Miendlarzewska et al., 2014)). 

Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh terapis saat menggunakan musik sebagai media terapi pada anak berkebutuhan khusus. Pemberian stimulasi musik yang konsisten akan membawa efek terapeutik yang jauh lebih baik. Melalui media musik, terapis bisa membantu anak berkebutuhan khusus mencapai kondisi yang jauh lebih baik dan tentunya dengan cara yang menyenangkan bagi anak.

Referensi

Association, A. M. T. (2006). MUSIC THERAPY AND SPECIAL EDUCATION. 20910(301), 20910.

Bharathi, G., Venugopal, A., & Vellingiri, B. (2019). Music therapy as a therapeutic tool in improving the social skills of autistic children. The Egytian Journal of Neurology, Psychiatry and Neurosurgery.

Chiang, J. Y. K. (2008). Music therapy from the perspectives of carers and other professionals. At The New Zealand School of Music, Wellington

Eren, B. (2015). The Use of Music Interventions to Improve Social Skills in Adolescents with Autism Spectrum Disorders in Integrated Group Music Therapy Sessions. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 197(February), 207–213. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.07.125 

Lim, H. A. (2010). Effect of ” Developmental Speech and Language Training Through Music ” on Speech Production in Children with Autism Spectrum Disorders. 1, 2–26.

Miendlarzewska, E. A., Trost, W. J., Sammler, D., & Planck, M. (2014). How musical training affects cognitive development : rhythm , reward and other modulating variables. Frontiers in Neuroscience, 7(January), 1–18. https://doi.org/10.3389/fnins.2013.00279 

Sučić, G., & Lovrinčević, M. (2013). Music therapy and children with special needs. Faculty of Philosophy, University of Split (Department of Teacher Education), September 2012, 1–14.

Torppa, R., & Huotilainen, M. (2019). Why and how music can be used to rehabilitate and develop speech and language skills in hearing-impaired children. Hearing Research, 380, 108–122. https://doi.org/10.1016/j.heares.2019.06.003

Wigram, T., Pedersen, I. N., & Bonde, L. O. (2002). A Comprehensive Guide to Music Therapy. Jessica Kingsley Publishers.

Announcing WFMT’s NEW Definition of Music Therapy – World Federation of Music Therapy. (2011). https://www.wfmt.info/2011/05/01/announcing-wfmts-new-definition-of-music-therapy/

Disunting oleh : Elysa Nasri

Ditulis oleh : Riama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *